Gustinerz.com | Menurut Bailon dan Maglaya (1989) keluarga merupakan dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan dan adposi, dalam satu rumah tngga berinteraksi satu dengan lainya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu

Perawatan kesehatan keluarga adalah perawatan kesehatan yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau satu kesatuan yang dirawat, dengan sehat sebagai tujuannya yang dilakukan oleh perawat professional dengan proses keperawatan keluarga. Proses keperawatan keluarga mengikuti pola keperawatan secara umum yang terdiri dari pengkajian, perencanaan, intervensi dan implementasi serta

Seperti pada proses keperawatan pada umumnya pengkajian merupakan tahap awal proses keperawatan yang terdiri dari wawancara, pengamatan, studi dokumentasi, dan pemeriksaan fisik. Setelah melakukan pengkajian tahap selanjutnya perawat melakukan perumusan masalah atau diagnosa

Diagnosa keperawatan terbagi menjadi aktual (terjadi deficit/gangguan kesehatan), risiko (ancaman kesehatan) dan potensial/wallness (keadaan sejahtera). Selanjutnya menentukan prioritas diagnosa yang ditemukan. Untuk menentukan prioritas diagnosa menggunakan skala (Baylon dan Maglaya)

Skala Bailo dan Maglaya

No. Kriteria Nilai Bobot
1. Sifat masalah

–          Tidak / kurang sehat

–          Ancaman kesehatan

–          Keadaan sejahtera

 

2

2

1

 

 

1

2 Kemungkinan masalah dapat diubah

–          Mudah

–          Sebagian

–          Tidak dapat

 

2

1

0

 

 

2

3 Potensi masalah untuk dicegah

–          Tinggi

–          Cukup

–          Rendah

 

3

2

1

 

 

1

4 Menonjolnya masalah

–          Masalah berta harus segera ditangani

–          Ada masalah tetapi tidak perlu segera ditangani

–          Masalah tidak dirasakan

2

 

1

 

0

 

 

 

1

Dengan metode sebagai berikut

  1. Tentukan skor untuk tiap kriteria
  2. Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot
  3. Jumlahkan skor untuk semua kriteria
  4. Skor tertinggi adalah 5, dan sama untuk seluruh bobot.

Kriteria I (sifat masalah)

  • Kurang / tidak sehat
    • Keadaan sakit (sesudah atau sebelum didiagnosa)
    • Gagal dalam pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sesuai dengan pertumbuhan normal.
  • Ancaman kesehatan
    • Penyakit keturunan, seprti asma, DM, dll
    • Anggota keluarga ada yang menderita penyakit menular, seperti TBC, gonore, hepatitis, dll
    • Jumlah anggota terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan sumber daya keluarga
    • Keadaan yang menimbulkan sters (hubungan keluarga tidak harmonis, hubungan orang tua dan anak yang tegang, orang tua yang tidak dewasa)
    • Sanitasi lingkungan yang buruk
    • Kebiasaan yang merugikan kesehatan (merokok, minuman keras, dll)
    • Riwayat persalinan sulit
    • Imunisasi anak yang tidak lengkap
  • Situasi krisis
    • Perkawinan
    • Kehamilan
    • Persalinan
    • Masa nifas
    • Penambahan anggota keluarga (bayi)
    • Dll

Kriteria II (kemungkinan masalah dapat diubah)

  • Pengetahuan yang ada sekarang, teknolog dan tindakan untuk menangani masalah
  • Sumber daya keluarga dalam bentuk fisik, keungan dan tenaga.
  • Sumber daya perawat dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan waktu
  • Sumber daya masyarakat dalam bentuk fasilitas, organisasi dalam masyarakat dan sokongan masyarakat.

Kriteria III (potensial masalah dapat dicegah)

  • Kepelikan dari masalah yang berhubungan dengan penyakit/masalah
  • Lamanya masalah yang berhubungan dengan jangka waktu masalah itu ada.
  • Tindakan yang sedang dijalankan adalah tindakan-tindakan yang tepat dalam memperbaiki masalah
  • Adanya kelompok “High Risk: atau kelompok yang sangat peka menambah potensi untuk mencegah masalah.

Kriteria IV (menonjolnya masalah): perawat perlu menilai persepsi atau bagaiamana keluarga melihat masalah kesehatan tersebut.

IMG_20160531_0002

Referensi: Konsep & Proses Keperawatan Keluarga oleh Setiadi.

Menetukan Prioritas Diagnosa Keperawatan Keluarga
shares