IMG_20140922_160303
Gustinerz sesaat selesai menjadi perawat instrumen

Gustinerz.com | Setelah 2 minggu saya dinas di OK (dalam rangka profesi ners) tentunya saya mendapat pengalaman yang begitu berharga bisa menjadi perawat instrumen dan perawat sirkuler. Sebelumnya saya sebagai mahasiswa ners UNG baru kali ini dinas di ruang OK (Operate Kamer) atau IBS (Instalasi Bedah Sentral) di Rumah Sakit Umum Daerah Aloei Saboe. Tulisan ini saya buat berdasarkan observasi pribadi selama 2 minggu dinas di OK RSAS. Dinas di OK kita diajarkan bagaiamana prinsip sterilisasi yang paling diutamakan.

Alhamdulilllah saya pribadi diminggu kedua dinas, dipercayakan untuk menjadi seorang perawat instrumen untuk membantu dalam pembedahan Appendectomy, namun masih dalam pengawasan oleh Clinical Instructure (CI), ini merupakan pengalaman yang sangat berharga merasakan menjadi perawat instrumen awal mulanya masih sedikit gugup (alasanya takut salah memberikan alat bedah ke operator).

Tulisan ini (Pentingnya Peran Perawat Instrumen Dalam Keberhasilan Operator Saat Pembedahan) saya tulis berdasarkan hasil pengkajian observasi dan pengalaman saya dinas di OK RSAS.

Perawat Instrumen adalah seorang tenaga profesional yang diberi wewenang dan ditugaskan dalam pengelolaan paket alat pembedahan, selama tindakan pembedahan berlangsung.

Perawat instrumen memiliki tugas sebagai berikut.

  1. Sebelum Pembedahan
    1. Melakukan kunjungan pasien yang akan dibedah minimal sehari sebelum pembedahan untuk memberikan penjelasan/ memperkenalkan tim bedah.
    2. Menyiapkan ruangan operasi dalam keadaan siap pakai meliputi :
      • Kebersihan ruang operasi dan peralatan
      • Meja mayo/ instrument
      • Meja operasi lengkap
      • Lampu operasi
      • Mesin anastesi lengkap
      • Suction pump
      • Gas medis
    3. Menyiapkan set instrumen steril sesuai jenis pembedahan.
    4. Menyiapkan cairan antiseptic/ desinfektan, dan bahan-bahan sesuai keperluan pembedahan
    • Saat pembedahan
    1. Memperingati “tim bedah steril” jika terjadi penyimpangan prosedur aseptik.
    2. Membantu mengenakan jas steril dan sarung tangan untuk ahli bedah dan asisten.
    3. Menata instrumen steril di meja mayo sesuai dengan urutan prosedur pembedahan.
    4. Memberikan bahan desinfeksi kulit daerah yang akan disayat.
    5. Memberikan laken steril untuk prosedur draping.
    6. Memberikan instrumen kepada ahli bedah sesuai urutan prosedur dan kebutuhan tindakan pembedahan secara tepat dan benar.
    7. Memberikan duk steril kepada operator, dan mengambil kain kasa yang telah digunakan dengan memakai alat.
    8. Menyiapkan benang jahitan sesuai kebutuhan, dalam keadaan siap pakai.
    9. Mempertahankan instrumen selama pembedahan dalam keadaan tersusun secara sistematis untuk memudahkan saat bekerja.
    10. Membersihkan instrumen dari darah pada saat pembedahan untuk mempertahankan sterilisasi alat dari meja mayo.
    11. Menghitung kain kassa, jarum dan instrument.
    12. Memberitahukan hasil perhitungan jumlah alat, kain kasa dan jarum pada ahli bedah sebelum operasi dimulai dan sebelum luka ditutup lapis demi lapis.
    13. Menyiapkan cairan untuk mencuci luka.
    14. Membersihkan kulit sekitar luka setelah luka dijahit.
    15. Menutup luka dengan kain kasa steril.
    16. Penyiapan bahan pemeriksaan laboratorium/ patologi jika ada.
    • Setelah pembedahan
    1. Memfiksasi drain, dan kateter (jika terpasang)
    2. Membersihkan dan memeriksa adanya kerusakan kulit pada daerah yang dipasang elektrode (wajib dikerjakan)
    3. Mengganti alat tenun, baju pasien dan penutup serta memindahkan pasien dari meja operasi ke kereta dorong.
    4. Memeriksa dan menghitung semua instrumen sebelum dikeluarkan dari kamr operasi.
    5. Memeriksa ulang catatan dan dokumentasi pembedahan dalam keadaan lengkap.
    6. Membersihkan instrumen bekas pakai dengan cara :
      • Pembersihan awal
      • Merendam dengan cairan desinfektan yang mengandung deterjen.
      • Menyikat sela-sela engsel instrumen
      • Membilas dengan air mengalir.
    7. Membungkus instrumen sesuai jenis macam, bahan, kegunaan dan ukuran. Memasang indikator autoclave dan membuat label nama alat-alat (set) pada setiap bungkusan instrumen dan selanjutnya siap untuk disterilkan sesuai prosedur yang berlaku.
    8. Membersihkan kamar operasi setelah tindakan pembedahan selesai agar siap pakai.

Berdasarkan uraian tugas perawat instrumen diatas serta observasi dilapangan (ruang OK) saya bisa simpulkan bahwa betapa PENTINGNYA PERAN PERAWAT INSTRUMEN DALAM KEBERHASILAN OPERATOR SAAT PEMBEDAHAN.

Pentingnya Peran Perawat Instrumen Dalam Keberhasilan Operator Saat Pembedahan

Tinggalkan Komentar

shares