Dunia kesehatan Indonesia kembali mencatat sejarah baru, untuk pertama kalinya, seorang perawat dilantik menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., yang resmi dipercaya memimpin RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, rumah sakit umum pusat tipe A yang menjadi rujukan tertinggi di Bali dan kawasan Indonesia Timur.
Penunjukan ini menjadi tonggak penting dalam dinamika kepemimpinan rumah sakit nasional. Selama ini, jabatan Direktur Utama RS vertikal Kementerian Kesehatan umumnya dipegang oleh kalangan profesi kesehatan tertentu. Kehadiran seorang perawat di posisi strategis tersebut mencerminkan transformasi paradigma dalam tata kelola rumah sakit modern bahwa kepemimpinan ditentukan oleh kompetensi, kapasitas manajerial, dan integritas, bukan semata latar belakang profesi.
Secara regulatif, hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki kedudukan yang setara dalam sistem pelayanan kesehatan sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya. UU tersebut juga menekankan penguatan tata kelola fasilitas pelayanan kesehatan yang profesional, akuntabel, dan berbasis kompetensi.
RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah merupakan rumah sakit umum pusat tipe A dengan layanan spesialistik dan subspesialistik lengkap, sekaligus rumah sakit pendidikan yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Sebagai institusi rujukan nasional, rumah sakit ini memiliki posisi strategis dalam sistem kesehatan Indonesia.
Selain dikenal sebagai profesional kesehatan dan pimpinan rumah sakit, Dr. Sukadarma juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bali. Peran tersebut menunjukkan kiprahnya yang aktif dalam penguatan organisasi profesi serta pengembangan kualitas dan kompetensi perawat di tingkat regional.
Rekam jejak kepemimpinannya di bidang pelayanan kesehatan dan organisasi profesi menjadi modal penting dalam mengemban amanah baru ini. Pengangkatan beliau tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi yang dipimpinnya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi dunia keperawatan Indonesia bahwa perawat memiliki ruang dan peluang untuk berkontribusi hingga pada level strategis dan pengambilan kebijakan.
Momentum ini sekaligus menjadi simbol kemajuan profesi keperawatan dari pelayanan klinis di garis terdepan hingga kepemimpinan tertinggi dalam manajemen rumah sakit nasional, sejalan dengan semangat transformasi sistem kesehatan Indonesia.
