Implikasi Gaya Kepemimpinan dalam Keperawatan

ilustrasi | AMNhealthcare

Seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien/pasien tentunya memiliki gaya kepemimpinan sendiri. Penerapan atau sifat kepemimpinan yang diterapkan oleh perawat tentunya dapat memberikan pengaruh pada proses pemberian asuhan keperawatan yang diberikan.

Saat masih pada tahap pendidikan/sekolah para perawat tentunya telah dibekali bagaimana menerapkan gaya kepemimpinan yang baik untuk proses asuhan keperawatan yakni pada mata kuliah Manajemen Keperawatan dimana para mahasiswa/calon perawat diajarkan ilmu manajemen.



Kepemimpinan merupakan suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari kelompok pasien yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan asuhan keperawatan. Kepemipinan dalam keperawatan menyangkut pasien dan keluarga, pembagian wewenang diantara perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang tepat dan dapat memberikan pengarahan kepada pasien.

Jenis Gaya Kepemimpinan Perawat

Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang perawat pada pelayanan kesehatan/keperawatan seorang perawat dapat dinilai apa jenis atau gaya kepemimpinan yang diterapkannya dalam pemberian asuhan keperawatan. Berikut ini jenis gaya kepemimpinan

  1. Otokratik: dalam tipe ini seorang perawat akan bertindak sendiri dan memberitahukan kepada staf perawat lain maupun ke pasien bahwa ia telah mengambil keputusan tertentu, selalu menggunakan pendekatan formal (kedudukan dan statusnya) dalam menjalani hubungan antara sesama perawat dan pasien, perawat tipe otokratik kurang mempertimbangkan apakah kepemimpinanya diterima atau tidak.
  2. Laissez Faire: seorang perawat yang menerapkan gaya kepemimpinan jenis ini dapat dilihat dengan karakteristik:
    • Bergaya santai dalam memberikan asuhan keperawatan
    • Mendelegasikan tugas kepada staf perawat maupun pasien dengan pengarahan yang minimal atau bahkan tanpa pengarahan sama sekali
    • Sering dianggap pemimpin yang kurang bertanggung jawab
    • Mementingkan hubungan atau relasi dan hubungan yang terjadi lebih informal, hubungan formal sering dihindari
    • Memandang staf perawat dan pasien mempunyai tingkat kedewasaan tinggi baik teknis maupun mental
    • Lebih mementingkan kepuasan psikologis staf perawat dan pasien daripada kepuasan kebendaan
    • Beriorientasi pada hubungan daripada tugas karena adanya hubungan intim maka tugas akan diselesaikannya sesuai tanggung jawab.
  3. Demokratik: perawat yang menerapkan gaya kepemimpinan ini dapat dilihat dengan karakteristik:
    • Dalam pengambilan keputusan, selalu melibatkan perawat dan pasien.
    • Menekankan hubungan yang serasi (menyeimbangkan hubungan formal dan informal)
    • Memperlakukan staf perawat sebagai orang yang sudah dewasa
    • Memuaskan segenap kebutuhan staf perawat dan pasien
    • Menjaga keseimbangan antara orientasi tugas dan hubungan

Referensi:

  • Buku siNERSI AIPNI