Gambar dari Sengkang General Hospital

Gustinerz.com | “Ingatt!!, Bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja” kalimat itu sangat berarti buat seluruh petugas kesehatan (dokter, perawat, bidan, SAR, dan lain-lain), karena bagi tenaga kesega kesehatan dituntut untuk dapat menjadi penolong bagi korban-korban saat terjadi bencana.

Saat terjadi bencana kemungkinan memakan korban yang banyak, maka dari itu tenaga kesehatan dituntu untuk mampu memberikan pertolongan pada seluruh korban yang tertimpa bencana. Timbul pernyatanyaan bagaiamana korbannya lebih dari seratur sedangkan tenaga kesehatan saat itu cuman 5 orang, bagaiaman kita bisa menolong?. Untuk menjawab pertanyaan ini tenaga kesehatan harus memiliki kemampuan menilai TRIAGE.

Triage berasal dari Bahasa prancis “Trier” berarti mengambil atau memilih. Adalah penilaian, pemilihan dan pengelompokan penderita yang mendapat penanganan medis dan evakusasi pada kondisi kejadian masal atau kejadian bencana. Penanganan medis yang diberikan berdasarkan prioritas sesuai dengan keadaan penderita.



Tujuan Triage adalah untuk memudahkan penolong untuk memberikan petolongan dalam kondisi korban masala tau bencan dan diharapkan banyak penderita yang memiliki kesempatan untuk bertahan hidup. Triage secara umum dibagi menjadi dua yakni Triage di UGD/IGD Rumah Sakit dan Triage di Bencana.

Bencana merupakan peristiwa yang terjadi secara mendadak atau tidak terncana atau secara perlahan tetapi berlanjut, baik yang disebabkan alam maupun manusia, yang dapat menimbulkan dampak kehidupan normal atau kerusakan ekosistem, sehingga diperlukan tindakan darurat dan luar biasa untuk menolong, menyelamatkan manusia beserta lingkunganya.

Saat penolong (tenaga medis) memasuki daerah bencana yang tentunya banyak memiliki koran yang terpapar hal yang pertama kali harus dipikirkan oleh penolong adalah Penilaian TRIAGE. Triage dibagi menjadi penilaian triage pada psikologis korban dan menilai triage medis.

Dalam Triage Medis sebaiknya menggunakan metode START (Simple Triage and Rapid Treatment) yaitu memilih korban berdasarkan pengkajian awal terhadap penderita degan menilai Respirasi, Perfusi, dan Status Mental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *