Gustinerz.com | Batuk adalah pengeluaran sejumlah volume udara secara mendadak dari rongga toraks melalui epiglotis dan mulut. Melalui mekanisme tersebut dihasilkan aliran udara yang sangat cepat yang dapat melontarkan keluar material yang ada di sepanjang saluran respiratorik, terutama saluran yang besar (Setyanto, 2004).

Mekanisme Batuk

Batuk akan terbangkit apabila ada rangsangan pada reseptor batuk yang melalui saraf aferen akan menerukan impuls ke pusat batuk tersebat difus di medula, setelah itu impuls akan diterukan ke efektor batuk yaitu berbagai otot respiratorik. Reseptor batuk terletak dalam epitel respiratorik, tersebar di seluruh saluran respiratorik, dan sebagian kecil berada di luar saluran respiratorik misalnya di gaster. Lokasi utama reseptor batuk dijumpai pada faring, laring, trakea, karina dan bronkus mayor. Reseptor lainya terletak di bronkus cabang, liang telinga tengah, pleura, dan gaster. Reseptor ini dapat terangsang secara mekanis (sekret, tekanan), kimiawi ( gas yang merangsang), atau secara termal (udara dingin). Reseptor juga akan terangsang oleh mediator lokal seperti histamin, progtaglanding, leukotrien dan bronkonstriksi.



Batuk berfungsi untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernapasan. Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akibat infeksi bakteri atau virus misalnya tubercolosa, influenza dan campak. Sedangkan ada batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi misalnya alergi dan asma. Oleh karena itu, untuk mengeluarkan lendir (sputum) harus dengan cara melalukan batuk efektif.

Tehnik Batuk Efektif

Batuk efektif merupakan tehnik efektif menekankan inspirasi maksimal yang dimulai dari ekspirasi. Bertujuan merangsang terbentuknya sistem koleteral, meningkatkan distribusi ventilasi dan volume paru serta pembersihan saluran pernaspan. Berikut prosedur batuk efektif

  1. Klien condong ke depan dari posisi semi fowler, jalinkan jari-jari tangan dan letekkan melintang diatas incisi sebagai bebat ketika batuk.
  2. Klien nafas dalam (3-5 kali): hirup udara sebanyak-banyaknya dengan menggunakan hidung dalam kondisi mulut tertutup rapat. Tahan beberapa detik (3-5 detik) kemudian secara perlahan-lahan, udara dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui mulut.
  3. Lakukan batuk spontan, pastikan rongga pernapasan terbuka.

Huff Coughing (tehnik mengontrol batuk)

  1. Keluarkan semua udara dari dalam paru-paru dan saluran nafas dengan bernafas pelan, nafas secara perlahan, akhiri dengan mengeluarkan nafas perlahan selama 3-4 detik.
  2. Tarik nafas secara diafragma, lakukan secara pelan dan nyaman, jangan sampai terjadi overventilasi paru-paru.
  3. Tarik nafas perlahan, tahan nafas 3 detik, untuk mengontrol nafas mempersiapkan melakukakan batuk huff secara efektif.
  4. Angkat dagu agak keatas, dan gunakan otot perut dengan lulut terbuka untuk melakukan pengeluaran nafas cepat sebanyak 3 kali, keluarkan dengan bunyi huff, huff, huff. Ini membantu epiglotis terbuka dan mempermudah pengeluaran mucus.
  5.  Kontrol nafas, ambil napas pelan 2 kali, sampai mucus sampai ke belakang tenggorokan.
  6. Setelah itu batukkan dan keluarkan mucus/dahak.

Sumber

  • AIPNI, 2018. siNERSI
  • Setyanto, DB. 2004. Batuk Kronik pada Anak: masalah dan tata laksana. Jurnal Sari Pediarti Vol. 6, No. 2 September 2004.
  • https://doktersehat.com/batuk-berdahak-kering-penyakit-yang-di-timbulkannya/