Kenali 8 Jenis Gangguan Ansietas dan Gejalanya

ilustrasi seseorang dengan cemas | Google Image

Manusia dalam menjalani kehidupannya pasti pernah merasakan yang namanya ansietas atau yang sering kita kenal dengan kecemasan. Kekhawatiran dan kecemasan ada sisi baik dan buruk. Sisi baik dapat menjaga kita dari bahaya (karena kita merasa khawatir) dan dapat membuat kita mengambil keputusan yang tepat. Namun kecemasan akan berdampak buruk ketika berlebihan atau melebihi kapasitas umumnya.

Kecemasan adalah respons terhadap situasi tertentu yang mengancam, dan merupakan hal yang normal terjadi menyertai perkembangan, perubahan, pengalaman baru atau yang belum pernah dilakukan, serta dalam menemukan identitas diri dan arti hidup. Kecemasan reaksi yang dapat dialami oleh setiap manusia, namun cemas dapat dikatakan sebuah gangguan jika kecemasan sudah berlebihan yang dapat menghambat fungsi seseorang dalam menjalani kehidupannya.



Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder) yaitu ketika ketakutan yang berlebihan dan sifatnya tidak rasional. Dikatan anxiety disorder apabila kecemasan yang dialaminya dapat mengganggu aktivitas dalam kehidupan individu tersebut, salah satunya gangguan fungsi sosial. Berikut ini 8 jenis gangguan kecemasan yang sering terjadi pada pasien.

Gangguan panik

Serangan panik adalah suatu periode khas rasa takut atau ketidaknyamanan yang intens yang muncul tiba-tiba dan memuncak dalam 10 menit. Serang panik dapat ditandai dengan adanya gejala berikut

  • Palpitasi (jantung berdenyut kuat atau akselerasi denyut jantung)
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Sesak napas atau rasa tercekik
  • Perasaan tersedak
  • Nyeri atau ketidaknyamanan dada
  • Mual atau distres abdomen
  • Perasaan limbung, tidak tegak, berkunang-kunang atau pingsan
  • Perasaan tidak nyata atau depersonalisasi
  • Takut kehilangan kontrol atau menjadi gila
  • Takut mati
  • Parestersia (kebas atau kesemutan)
  • Menggigil atau rasa panas

Agorafobia

Ansietas tentang berada di suatu tempat atau situasi ketika sulit melarikan diri atau memalukan, atau bantuan untuk gejala yang tiba-tiba tidak tersedia. Situasi seperti ini dihindari, memerlukan pendamping, atau menyebabkan ansietas yang jelas.

Fobia spesifik

Rasa takut yang nyata, persisten, dan berlebihan atau tidak rasional yang ditunjukkan dengan bahaya adanya atau antisipasi objek atau situasi khusus, seperti anjing, injeksi atau terbang. Individu mengenali rasa takutnya sebagai berlebihan atau tidak rasional , tetapi pajanan terhadap objek segera muncul ansietas.

Fobia sosial

Rasa takut yang nyata dan menetap terhadap satu atau lebih situasi sosial. Mereka yang mengalami fobia sosial merasa takut bahwa mereka akan mempermalukan diri sendiri, seperti ketika menunjukkan kecemasan yang ia alami. Pajanan menimbulkan ansietas dan kemungkinan serangan panik, serta individu menghindari situasi pencetus tersebut. Individu sadar rasa takut sebagai berlebihan atau tidak rasional. Gangguan kecemasan ini dapat mengalami gangguan fungsi normal, aktivitas sosial atau berhubungan.

Gangguan obsesif-kompulsif

Obsesi atau kompulsif yang menyebabkan ansietas nyata atau distress. Meskipun dikenal sebagai berlebihan atau tidak rasional, gangguan ini menghabiskan waktu, memengaruhi rutinitas normal dan hubungan individu.

Gangguan stress akut

Pemajanan terhadap kejadian traumatik yang melibatkan kematian nyata atau ancaman kematian atu cedera serius pada diri sendiri atau orang lain akan menyebabkan rasa takut, tidak berdaya, atau distress yang intens. Individu yang mengalami gangguan kecemasan ini dapat menimbulkan gejala:

  • Perasaan subjektif emosi tumpul atau tidak ada respons emosi
  • Penurunan kewaspadaan terhadap sekitar, seperti kebingungan
  • Perasaan tidak nyata
  • Perasaan depersonalisasi
  • Amnesia tentang bagian penting dari suatu kejadian

Individu menunjukkan kecemasan, peningkatan kegelisahan, dan menghindari stimuli yang membangkitkan ingatan akan kejadian yang dapat menyebabkan distress yang nyata atau mengganggu fungsi sosial, okupasi atau fungsi penting lainnya. Biasanya gejala ini dialami selam 2 hari atau 4 minggu setelah kejadian.

Gangguan stres pascatraumatik

Kejadian, respons takut, dan pengalaman berulang yang menetap tentang kejadian traumatik menyerupai gangguan stres akut bahkan dapat menyebabkan halusinasi. Individu dapat mengalami peningkatan kegelisahan, mencoba menhindari stimuli yang berhubungan dengan trauma dan mengalami pendataran respons umum. Kecemasan ini dapat terjadi selam lebih dari satu bulan.

Gangguan ansietas umum

Kurang peristiwa traumatik spesifik atau fokus pada masalah. Ansietas dan khawatir yang berlebihan sulit dikontrol dan lazim terjadi pada sejumlah kejadian atau aktivitas. Gangguan ansietas umum dapat menimbulkan gejala:

  • Perasaan gelisah, terkunci atau berada di ujung tanduk
  • Mudah letih
  • Kesulitan berkonsentrasi atau pikiran kosong.
  • Iritabilitas
  • Ketegangan otot
  • Sulit terlelap atau tetap tertidur, gelisah, atau tidur tidak puas.

Sumber:

  • Bickley, L.S. 2013. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Jakarta: EGC
  • Humaid, R. DKK., 2016. Diagnosis dan Terapi pada Pasien Gangguan Ansietas Menyeluruh pria usia 60 tahun. Jurnal Medula Unila Vol. 6 Nomor 1.