Pakar-Pakar Teori Keperawatan Yang Tercatat Dalam Sejarah

Gustinerz.com | Perkembangan ilmu keperawatan memiliki sejarah yang cukup panjang, hingga akhir diakui sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri (berbeda dari ilmu kesehatan lainya). Tokoh perawat paling dikenal oleh banyak kalangan adalah Florence Nightingale, tokoh pencetus dunia keperawatan moderen.

Selain Nightingale yang memiliki pengaruh penting dalam memajukan dunia keperawatan, ada beberapa tokoh/pakar keperawatan lainya yang juga wajib diketauhi perawat yang tentunya memiliki kontribusi besar dalam keperawatan dan teori keperawatan yang dicetuskanya masih kita gunkaan saat ini. Berikut 4 Pakar Teori Keperawatan

Hildegard E. Peplau (Teori Hubungan Interpersonal)

H. E Peplau dikenal sebagai “ibu keperawatan jiwa” karena teor dan pengalaman klinisnya menajdi acuan dalam pengembangan keperawatan jiwa yang berbeda dengan area lainya. Bukunya yang sangat berpengaruh berjudul Interpersonal Relation in Nursing (1952) menjelaskan makna hubungan perawat-pasien sebagai sebuah proses interpersonal yang terapeutik dan penting.

Peplau menjelaskan 4 aspek pengalaman psiko-biologis seseorang yang dapat menyebabkan respons pasien menjadi destruktif atau konstruktif; meliputi kebutuhan, frustasi, konflik, dan kecemasan. Peplau mengidentifikasi empat tahapan hubungan perawat-pasien yakni 1) Pada saat masuk; 2) Masa penanganan intensif; 3) Penyembuhan dan rehabilitasi; 4) Pulang.

Virginia Henderson (Definisi Keperawatan/14 Kebutuhan Dasar)

V. Henderson memandang pasien sebagai individu yangm membutuhkan bantuan dalam mencapai kebebasan dan keutuhan pikiran dan tubuh. Henderson menegaskan bahwa praktik yang dilakukan perawat independen dari praktik dokter, namun perawat bekerja saling ketergantungan dengen tenaga kesehatan profesional lainnya.

Pada tahun 1959 International Council of Nurses (INC) meminta Henderson untuk menjelaskan konsepnya tentang keperawatan, inilah sejarah muncul definisi keperawatan yang dipublikasikan oleh INC. Pada tahun 1966 Henderson memperkenalkan 14 kebutuhan dasar manusia sebagai dasar dalam pemberian asuhan keperawatan

Baca Juga : 14 Kebutuhan Dasar Virginia Henderson

Faye Glenn Abdellah (21 Masalah Keperawatan)

F. G Abdella dikenal sebagai pemimpin dalam pengembangan riset keperawatan dan juga dikenal sebagai pakar masalah kesehatan internasional. Abdellah menganggap prestasi terbesarnya karena mampu “memainkan perawat dalam membangun landasan penelitian keperawatan sebagai suatu ilmu”.

Abdellah memandang keperawatan sebagai suatu kiat dan ilmu yang membentuk sikap, kompetensi intelektual, dan keterampilan teknis individu perawat menjadi keinginan dan kemampuan untuk membantu orang lain dalam memenuhi kebutuhan kesehatan mereka, terlepas apakah merkea sakit atau tidak. Abdelah merumuskan 21 masalah keperawatan berdasarkan penelaahan studi-studi tentang keperawatan.

Baca Juga: 21 Masalah Keperawatan Abdellah

Ida Jean (Orlando) Pelletier (Teori Proses Keperawatan)

Orlando merupakan seorang pemimpin keperawatan pertama yang mengidentifikasi dan menekankan komponen-komponen dalam proses keperawatan, serta pentingnya partisipasi pasien dalam proses keperawatan. Teori keperawatan Orlando menekankan hubungan timbal balik antara perawat dan pasien. Yaitu tentang apa yang dikatakan perawat dan pasien dan bagaiaman hal tersebut memengaruhi keduanya.

Menurut Orlando (1961), sesorang menjadi pasien yang membutuhkan asuhan keperawatan ketika mereka memiliki kebtuhan yang tidak dapat dipenuhi secara mandiri akibat keterbatasan fisik, adanya respons negatif terhadap lingkungan, atau memiliki pengalaman yang menghambatmereka dalam mengungkapkan kebutuhan tersebut.

Baca Juga: 25 Pakar Teori Keperawatan Dunia

< Beranda

Sumber:

  • Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka Edisi 8 Vol. I tahun 2014. Editor Edisi Indonesia Prof. Achir Yani.
shares