Penilaian Pupil pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran (Koma)

Gambar dari NBC News

Gustinerz.com | Ukuran pupil pada manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, tingkat kesadaran, kuatnya penyinaran dan tingka akomodasi. Perubahan diameter pupil dipengaruhi oleh aktifitas jaras eferen serabut simpatis dan parasimpatis.

Penyinaran terhadap salah satu mata pada orang normal akan menyebabkan kedua pupil berkontraksi. Respon pupil pada mata yang disinari secara langsung disebut respoon direk/langsung, hal ini karena adanya hemidekusatio pada jaras pupilomotr di chiasma dan batang otak.

Berikut penilaian pupil pada pasien koma:

Pupil Kecil atau Pinpoint

Pupil kecil bilateral (1-2,5 mm) menunjukkan:

  1. Kerusakan jaras simpatik pada hipotalamus
  2. Ensefalopi metabolik (kegagalan difusi fungsi serebral yang terjadi akibat obat-obatan dan penyabab lainya. Reaksi cahaya normal

Pupil pinpoint (<1 mm) menujukkan:

  1. Perdarahan pada pons
  2. Pengaruh morfin, heorin, atau narkotik lain

Pupil Terfiksasi pada Posisi Tengah

Pupil berada pada posisi tengah atau sedikit dilatasi (4-6 mm) dan terfiksasi pada cahaya menujukkan kerusakan struktur otak tengah.

Pupil Melebar

Pupil terfiksasi dan berdilatasi bilateral pada anoksia berat yang disertai efek simpatomimetik, dapat terlihat pada pasien henti jantung. Posisi pupil yang demikian juga dapat disebabkan oleh agens seperti atropin, fenotiazin, atau antidepresan trisiklik.

Salah Satu Pupil Melebar

Salah satu pupil terfiksasi dan berdilatasi memberi peringatan akan adanya herniasi lobus temporalis, menyebabkan kompresi nervus okulomotor dan otak tengah. Keadaan ini juga terlihat pada pasien diabetes disertai dengan infark CN III.

Sumber:

  • Bickley, LS. 2012. Buku Saku Pemeriksaan dan Riawayat Kesehatan. Jakarta: EGC