Pentingnya Kenyamanan Dalam Proses Kesembuhan Pasien

Gambar dari Google Image

Gustinerz.com | Kesembuhan klien/pasien di pelayanan kesehatan merupakan tujuan utama yang ingin dicapai oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan). Dalam proses membantu kesembuhan klien dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kenyamanan dari pasien itu sendiri.

Memberikan pelayanan yang nyaman dan aman merupakan tanggung jawab dari tenaga kesehatan terutama seorang perawat/bidan yang 24 jam berada disisi pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Katharine Kolcaba merupakan salah satu pakar teori keperawatan yang memperkenalkan teori kenyamanan yang mengungkapkan bahwa pencapaian kenyamanan sebagai dasar tujuan asuhan keperawatan. Jauh sebelum Kolcaba, Nigtingale (1859) menjabarkan bahwa “kenyamanan seharusnya tidak boleh lepas dari observasi atau tujuan utama. Hal ini bukan menjadi suatu hal yang tidak berguna, melainkan untuk menyelamatkan kehidupan dan untuk meningkatkan status kesehatan dan kenyamanan”.

Kenyamanan adalah kebutuhan dasar manusia yang dibtuhkan dan harus dipenuhi oleh setiap individu. Pencapaian kenyamanan memberikan kekuatan bagi pasien dalam memberntuk sikap terkait kesehatan dirinya.

Pada tahun 1900-1929 kenyamana merupakan tujuan utama keperawatan dan kedokteran. Melalui kenyamanan proses kesembuhan dapat tercapai. Asuhan keperawatan berfokus untuk memberikan “lingkungan yang nyaman” (Harmer, 1926). Kenyamanan mencakup baik fisik maupun mental, dan tanggung jawab perawat tidak berakhir pada pemberian asuhana keperawatan fisik.

Kolcaba (1991) mengidentifikasi jenis kenyamanan menurut analisis konsep yakni relief/kelegaan (perawat bertugas meringankan kebutuhan yang diperlukan oleh pasien), ease/ketentraman (kebutuhan dasar manusia harus dipertahankan selama pemberian asuhan), dan transcendence (perawat membantu pasien dalam mengatasi kesulitanya). Sementra itu Kolcaba juga mengungkapkan ada 4 konteks kenyamanan itu terjadi yakni fisik (berhubungan dengan sensasi jasmania), psikospritual, lingkungan (lingkungan eksternal yang dapat berpengaruh terhadap kondisi pasien) dan sosial (hubungan interpersonal, keluarga, dan sosial).

Intervensi untuk rasa nyaman merupakan tindakan keperawatan dan ditujukan untuk mencapai kebutuhan kenyamanan penerima asuhan yang mencakup fisiologis, sosial, budaya, ekonomi, psikologis, spiritual, lingkungan dan intervensi fisik. Intervensi keperawatan yang diberikan secara holistik dan diaplikasikan secara konsisten efektif untuk meningkatkan kenyamanan dari wakt-kewaktu. Untuk mengukur/menilai tingkat kenyamanan pasien perawat bisa menggunakan nilai 0-10 (10 menunjukan kenyamanan tertinggi).

Hasil lieteratur diatas menunjukan bahwa kenyamanan/rasa nyaman adalah salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam proses kesembuhan klien/pasien di pelayanan kesehatan. < Beranda

Referensi:

  • Martha R. Alligood (2014). Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka Edisi 8.