Seorang perawat memiliki tugas penting yakni memberikan asuhan keperawatan kepada klien/pasien baik individu, kelompok, keluarga atau masyarakat. Dalam pemberian asuhan keperawatan perawat diwajibkan mengikuti proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Diagnosis keperawatan merupakan komponen yang sangat penting dalam proses tersebut.

Diagnosis keperawatan merupakan penilaian klinis mengenai respons manusia terhadap kondisi kesehatan/proses kehidupan. Diagnosis keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai hasil yang harus dipertanggungjawabkan oleh perawat. Diagnosis keperawatan dikembangkan berdasarkan data yang diperoleh selama asesmen keperawatan dan memungkinkan perawat mengembangkan rencana asuhan.



Diagnosa keperawatan memiliki tujuan:

  • Membantu mengidentifikasi prioritas keperawatan dan membantu mengarahkan intervensi keperawatan berdasarkan prioritas yang diidentifikasi.
  • Membantu mengidentifikasi bagaimana klien merespo proses kesehatan dan kehidupan untuk mencegah atau menyelesaikan masalah.
  • Menyediakan bahasa yang sama dan membentuk dasar untuk komunikasi dan pemahaman antara profesional keperawatan dan tim perawatan kesehatan.
  • Memberikan evaluasi dasar untuk menentukan apakah asuhan keperawatan bermanfaat bagi klien.
  • Bagi mahasiswa, diagnosis keperawatan adalah alat pengajaran yang efektif untuk membantu mempertajam keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kritis.

Baca Juga:

Berdasarkan NANDA Internasional diagnosis keperawatan dibedakan mejadi 4 jenis, yakni

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis aktual adalah masalah klien yang muncul pada saat asesmen keperawatan. Diagnosis ini didasarkan pada adanya tanda dan gejala terkait. Diagnosis keperawatan aktual pada prinsipnya tidak bisa dipandang lebih penting daripada diagnosis risiko, karena pada beberapa kasus diagnosis risiko memiliki prioritas lebih tinggi daripada diagnosis aktual.

Diagnosis keperawatan aktual memiliki tiga komponen yakni diagnosis keperawatan, faktor terkait, dan karakteristik yang menentukan. Contoh diagnosis keperawatan aktual.

  • Pola napas tidak efektif
  • Kecemasan/Ansietas
  • Nyeri akut
  • Integritas kulit terganggu.

Diagnosis Keperawatan Risiko

Jenis kedua dari diagnosis keperawatan adalah diagnosis keperawatan risiko yakni penilaian klinis bahwa masalah tidak ada, tetapi adanya faktor risiko menunjukkan bahwa masalah kemungkinan besar akan berkembang kecuali jika perawat melakukan intervensi. Individu atau kelompok memiliki rentan perkembangan masalah karena adanya faktor risiko. Misalnya, pada klien lansia dengan diabetes dan vertigo mengalami kesulitan berjalan atau ambulasi sehingga dapat didiagnosis dengan Risiko Cedera.

Komponen diagnosis keperawatan risiko meliputi: (1) label diagnostik risiko, (2) faktor risiko. Contoh diagnosis keperawatan risiko adalah:

  • Risiko jatuh terkait dengan keluhan kelemahan otot
  • Risiko cedera terkait dengan perubahan mobilitas

Diagnosis keperawatan promosi kesehatan

Diagnosis promosi kesehatan adalah penilaian klinis tentang motivasi dan keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan. Diagnosis jenis ini berkaitan dengan transisi, individu, keluarga, atau komunitas dari tingkat kesehatan tertentu ke tingkat kesehatan yang lebih tinggi.

Komponen diagnosis keperawatan kesehatan pada umumnya hanya mencakup label diagnostik atau pernyataan satu bagian. Contoh diagnosis promosi kesehatan:

  • Kesiapan untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual
  • Kesiapan untuk meningkatkan koping keluarga

Syndrome Diagnosis

Syndrome diagnosis adalah penilaian klinis yang berkaitan dengan sekelompok diagnosis keperawatan aktual dan risiko yang diperkirakan muncul karena situasi atau peristiwa tertentu. Contoh dari diagnosis ini adalah:

  • Sindrom nyeri akut.
  • Sindrom pasca trauma
  • Sindrom lansia lemah.

Sumber:

  • Nurselabs.com
  • Nanda.org