Gambar dari Nurseslabs

Gustinerz.com | Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menguraikan respons aktual dan potensial klien terhadap masalah kesehatan. Diagnosa keperawatan berfokus pada dan mengidentifikasi kebutuhan keperawatan dari klien. Diagnosa keperawatan mencermintkan tingkat kesehatan atau respons terhadap penyakit atau proses patologis, status emosional, fenomena sosiokultural, atau atau tahap perkembangan, sementara itu diagnosa medis (kedokteran) secara menonjol mengidentifikasi status penyakit spesifik. Fokus medis adalah pada diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit.

Data Pengkajian

Diagnosis medis dan keperawatan dikembangkan menggunakan dasar data pengkajian, diagnosa medis dan keperawatan mengarahkan arah perawatan.  Namun demikian data dasar keperawatan  adalah global atau komprehensif yang mencakup dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spritual klien. Sedangkan data dasar kedokteran mencakup sistem fisiologis dan personal serta sistem sosial.

Tujuan dan sasaran diagnosa

Tujuan dan sasaran diagnosa keperawatan berbeda dari tujuan dan sasaran diagnosis medis. Tujuan diagnosa keperawatan adalah untuk mengarahkan rencana asuhan untuk membantu klien dan keluarganya beradaptasi terhadap penyakit mereka dan untuk menghilangkan masalah perawatan kesehatan, sementara tujuan dari diagnosa medis adalah untuk mengidentifikasi dan untuk merancang rencana pengobatan untuk menyembuhkan penyakit atau proses patologis.



Sasaran diagnosa keperawatan adalah untuk mengembangkan suatu rencana asuhan yang bersifat individual sehingga klien dan keluarganya mampu untuk mengatasi perubahan dan untuk menghadapi tantangan yang diakibatkan dari masalah kesehatan. Sasaran diagnosis medis adalah untuk meresepkan pengobatan.

Contoh kasus perbedaan diagnosa keperawatan dan diagnosa medis

Seorang wanita berusia 20 tahun masuk rumah sakit dengan nyeri abdomen kuadran kanan bawah. Dokter membuat diagnosa medis apendisitis, dan klien menjalani apendektomi darurat untuk menghilangkan apendiks yang terinfeksi. Setelah apendektomi perawat mengembangkan beberapa diagnosa keperawatan, salah satunya adalah hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan nyeri sekunder akibat insisi abdomen. Asuhan keperawatan akan diarahakna pada peningkatan mobilitas klien pada tahap preoperatif secara bertahap.

Sumber:

  • Potter & Perry, 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 4. Jakarta: EGC