ilustrasi | unitekcollege

Refleks adalah jawaban terhadap suatu perangsangan. Semua gerakan reflektorik merupakan gerakan yang bangkit untuk penyesuaian diri, baik untuk menjamin ketangkasan gerakan volunter maupun membela diri. Gerakan refleks pada manusia terjadi secara otomatis atau tidak disadari yang timbul akibat adanya rangsangan.

Refleks pada manusia dibedakan menjadi tiga terdiri dari refleks fisiologis, patologis dan primitif. Pemeriksaan refleks fisiologis rutin dilakukan untuk mengevaluasi fungsi sensorimotor pada tubuh. Hasil pemeriksaan dapat memberikan hasil normal, meningkat (hiperefleks), menurun (hiporefleks) atau tidak ada refleks.



Pemeriksaan refleks fisiologis

  1. Refleks Biseps
    • Fleksikan lengan klien pada bagian siku hingga 450 dengan telapak tangan menghadap ke bawah.
    • Letakan ibu jari anda ke di fosa antekubital di dasar tendon biseps dan jari-jari lain anda di atas tendon biseps.
    • Pukul ibu jari anda dengan refleks hammer.

      Pemeriksaan Refleks Biseps | Medical Dictionary
  2. Refleks Triseps
    • Letakan lengan penderita di atas lengan pemeriksa.
    • Tempatkan lengan bawah penderita dalam posisi antara fleksi dan ekstensi.
    • Minta klien untuk merilekskan lengan bawah.
    • Raba triseps untuk memastikan bahwa otot tidak tegang.
    • Pukul tendo triseps yang lewat fosa olekrani dengan refleks hammer.

      Pemeriksaan refleks triseps | Medical Dictionary
  3. Refleks Patela
    • Minta klien duduk dengan tungkai bergantung di tempat tidur atau kursi atau minta klien berbaring terlentang dan sokong lutut dalam posisi fleksi 900
    • Raba daerah tendo patela.
    • Satu tangan meraba paha penderita bagian distal, tangan yang lain memukulkan relfleks hammer pada tendo patela.

      Pemeriksaan refleks patela | H Panji Irawan
  4. Refleks brakioradialis
    • Letakkan lengan bawah penderita di atas lengan bawah pemeriksa.
    • Tempatkan lengan bawah klien dalam posisi antara fleksi dan ekstensi sedikit pronasi
    • Minta klien untuk merilekskan lengan bawahnya
    • Pukul tendo brakialis pada radius bagian distal dengan menggunakan ujung datar refleks hammer

      Pemeriksaan refleks brakhioradialis | Medical Dictionary
  5. Refleks achilles
    • Minta klien untuk mempertahankan posisi, seperti pada pengujian patela.
    • Dorsifleksikan pergelangan kaki klien dengan memegang jari-jari kaki dengan telapak tangan anda dan naikkan ke atas.
    • Pukul tendon achilles tepat di atas tumit pada maleolus pergelangan.

      Pemeriksaan refleks achiles | Prohealthsys
  6. Refleks superfisialis (abdominalis)
    • Minta klien berdiri atau berbaring terlentang.
    • Tekan kulit abdominal dengan gagang refleks hammer di atas batas lateral otot-otot rektus abdominal ke arah bagian garis tengah.
    • Ulangi pengujian ini pada masing-masing kuadran abdominal.

      Pemeriksaan refleks abdominal | Quizlet

Pemeriksaan refleks patologis. Refleks patologis adalah refleks-refleks yang tidak dapat ditemukan pada orang yang sehat, kecuali bayi dan anak kecil. Refleks-refleks patologik yang sering diperiksa diantaranya babinski, hoffman, dan tromner.

  1. Refleks babinski (plantar)
    • Gunakan benda yang memiliki ketajaman sedang, seperti ujung hammer atau kunci.
    • Goreskan ujung benda tadi pada telapak kaki klien bagian lateral, dimulai ujung telapak kaki belakang terus ke atas dan berbelok sampai pada ibu jari.

      Pemeriksaan refleks babinski (plantar) | EduMedWeb
  2. Refleks hoffmann
    • Mintalah klien berbaring terlentang atau duduk dengan santai.
    • Tangan klien dipegang pada pergelangan dan jari-jarinya disuruh fleksi atau entengkan.
    • Jari tengah penderita kita jepit diantara telunjuk dan jari tengah kita.
    • Dengan ibu jari kita gores kuat ujung jari tengah klien.

      Pemeriksaan refleks hoffmann | GoogleRefleks positif, bila goresan kuat tadi mengakibatkan fleksi jari telunjuk, serta flesi dan abduksi ibu jari, terkadang diikuti fleksi jari lainnya.
  3. Refleks tromner
    • Minta klien berbaring terlentang atau duduk.
    • Tangan klien kita pegang pada pergelangan dan jari-jarinya disuruh fleksi
    • Jari tangan penderita kita jepit di antara telunjuk dan jari tengah (ibu jari) kita
    • Dengan jari tengah kita mencolek-colek ujung jari klien.

      Pemeriksaan refleks tromner | Med Unhas

Pemeriksaan refleks primitif adalah gerakan feflektorik yang bangkit secara fisiologis pada bayi dan tidak ditemukan pada anak yang sudah besar dan orang dewasa. Bila ditemukan pada orang dewasa maka menandakan kemunduran fungsi susunan saraf pusat. Refleks-refleks pada primit adalah refleks menetek, snout reflex, refleks grasp, refleks glabella dan refleks palmomental

  1. Refleks Snout
    • Stimulasi klien dengan melakukan perkusi pada bibir atas.
    • Refleks positif (+) bila bibir atas dan bawah menjungur atau kontraksi otot-otot di sekitar bibir atau dibawah hidung.

      Pemeriksaan snout refex | Med Unhas
  2. Refleks Rooting (menghisap)
    • Stimulasi klien dengan memberikan sentuhan pada bibir/menyentuh sesuatu benda pada bibir.
    • Refleks positif jika stimulasi tersebut menimbulkan gerakan bibir, rahang bawah seolah-olah menetek.

      Pemeriksaan refleks menghisap | Med Unhas
  3. Pemeriksaan refleks menggenggam (grasp reflex)
    • Stimulasi dengan penekanan pada tempat jari pemeriksa pada telapak tangan klien.
    • Refleks positif jika tangan klien mengepal.

      Pemeriksaan refleks menggenggam | Med Unhas
  4. Refleks glabella
    • Lakukan stimulasi dengan pukulan singkat pada glabella atau sekitar supraorbitalis
    • Refleks positif bila terdapat konstraksi singkat pada kedua otot orbikularis okuli. Pada lesi perifer nervus fasialis, refleks ini berkurang atau negatif, sedangkan pada sindrom parkinson refleks ini meninggi. Pusat refleks terletak di Pons.

      Pemeriksaan refleks glabella | Med Unhas
  5. Refleks palmomental
    • Stimulasi dengan gorean ujung pensil/gagang refleks hammer terhadap kulit telapak tangan bagian tenar.
    • Refleks positif bila terdapat konstraksi pada muskulus mentalis dan orbikularis oris ipsilateral

      Pemeriksaan refleks palmomental | Med Unhas

Sumber:

  • Eni Kusyati. Keterampilan dan Prsedur Laboratorium Keperawatan Dasar. EGC
  • med.unhas.ac.id
  • Diolah dari berbagai sumber online lainnya.