Bagaimana Menulis Abstrak dengan Benar?

©guide2research

Dalam sebuah naskah atau artikel ilmiah, pasti seorang peneliti/author diwajibkan untuk menulis abstrak. Abstrak adalah suatu pernyataan, laporan, karangan, atau ringkasan dari keseluruhan isi dokumen yang disajikan secara singkat dan akurat.

Seorang pembaca/reader akan memutuskan membaca keseluruhan artikel penelitian karena telah membaca abstrak. Selain itu, mengapa kedudukan abstrak sangat penting karena sebagian besar data base akademik saat ini sebelum memutuskan publikasi yang pertama kali dilihat adalah susunan abstrak dari peneliti.



Untuk menyusun sebuah abstrak yang singkat dan akurat, peneliti perlu menggunakan format yang tepat. Salah satu format yang banyak digunakan dalam penyusunan abstrak adalah IMRAD yang merupakan kepanjangan dari Introduction, Materials and Methods, Results, And, Discussion.

Introduction/Pendahuluan

Pendahuluan yang baik relatif singkat. Dalam pendahuluan sebaiknya terdapat alasan dan tujuan mengapa penelitian ini dilakukan. Dalam bagian ini, sebaiknya peneliti tidak bertele-tele dan baiknya langsung ke gamabaran singkat permasalahan penelitian. Mari kita perhatikan contoh di bawah ini

Pada bagian introduction di atas, peneliti sangat singkat menjelaskan masalah, terapi/intervensi yang akan dilakukan dan tujuan dari peneltinya.

Materials and Methods

Bagian ini untuk menyajikan secara singkat dan sederhana serta langsung apa tentang metodologi penelitian termasuk bagaimana data dianalisis dan disajikan. Perhatikan contoh di bawah ini

Dari contoh di atas, dapat dilihat peneliti terlebih dahulu menjelaskan pendekatan penelitian yang digunakan, teknik sampling, dan analisis data yang telah dilakukan.

Results

Jelaskan hasil yang didapatkan dari penelitian ini dan kesenjangan terhadap teori yang ada. Perhatikan contoh di bawah ini

Bisa kita lihat dari contoh di atas penulis langsung menjelaskan presentasi hasil penelitian yang didapatkan dan juga kesenjangan terhadap teori.

Discussion

Bagian ini peneliti perlu menjelasakan implikasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

Contoh di atas, langsung menyampaikan hasil penelitiannya yang disesuaikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

Menggunakan format atau metode IMRAD dapat mempermuda peneliti untuk menyusun abstrak dengan baik dan benar, yang tentunya dapat meningkatkan sitasi atau pembaca dari artikel penelitian kita yang tentunya berdampak pada reputasi peneliti.

Akan tetapi, ada beberapa yang tidak bisa ada dalam sebuah abstrak yakni

  • Singkatan atau akronim
  • Refernsi tabel atau gambar
  • Sitasi/kutipan literatur
  • Informasi atau kesimpulan yang tidak ada dalam makalan penelitian itu sendiri
  • Pernyataan umum
  • Kalimat yang rumit, berlika dan bertele-tele.

Sumber: