Bahaya Ketoasidosis Diabetikum (DKA)

Gambar dari Reader's Digest

Gustinerz.com | Diabetes adalah penyakit kronis (menahun) yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif menggunakan insulin. Gejala umum diabetes pada awal penyakit (gejala klasik) adalah sering kencing (polyuria), sering haus (polydipsia) dan sering lapar (polyphagia). Ketidak tersediaan insulin dalam darah dapat membuat gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuh, sehingga tubuh akan mengolah lemak dan oto menjadi energi hal ini menyebabkan penderita mengalami penurunan berat badan. Keadaan ini menyebabkan kondisi ketoasidosis diabetik (kondisi dimana darah menjadi terlalu asam dan terjadinya dehidrasi yang membahayakan).

Ketoasidosis diabetikum (diabetic ketoacidosis/DKA) merupakan komplikasi metabolik yang mengancam nyawa yang disebabkan tidak adanya / ketidakcukupan insulin. Kejadian ini sebagian besar terjadi pada diabetes tipe 1 (jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah), ditandai dengan tiga kelainan yang bersamaan yakni hiperglikemia, dehidrasi dan kehilangan elektrolit, dan asisdosis metabolik.

Patofisiologis

DKA dapat diawali oleh trauma atau kondisi-kondisi seperti diabetes onset baru, gagal jantung, atau stres. Tubuh dalam keadaan stress akan menyebabkan penurunan jumlah insulin, ini menyebabakn glukosa yang masuk kedalam sel mengalami penurunan dan menyebabkan peningkatan produksi glukosa oleh hati makan akan terjadi hiperglikemia, hati mencoba mengejar kelebihan kelebihan glukosa dengan mengeksresikan glukosa bersama air, Na+, dan K+, menyebabkan poliuria dan terjadi dehidrasi.

Gambaran Klinis

  • Hiperglikemia (gula darah lebih tinggi dari normal/70-100 mg/dL)
  • Poliuria
  • Kelemahan
  • Sakit kepala
  • Polidipsia
  • Napas berbau aseton atau buah-buahan
  • Selera makan buruk
  • Mual dan muntah
  • Nyeri abdomen
  • Abdomen kaku dan bising usus ireguler
  • Pernapasan kussmaul (pola pernapasan yang sangan dalam dengan frekuensi yang normal atau semakin kecil)
  • Hipotermia
  • Takikardi
  • Hipotensi
  • Glikosuria
  • Keton di darah dan urin
  • Asidosis metabolik: pH <7,3, bikarbonat < 15 mmol/L, glukosa darah >14 mmol/L dan ketonuria

Penanganan

  • Berikan dukungan jalan napas
  • Berikan oksigen (3-6 L melalui kanul nasal)
  • Pantau laju dan irama pernapasan serta pH darah
  • Pantau tanda-tanda vital
  • Nilai perubahan status mental
  • Nilai tanda-tanda hipoglikemia
  • Pantau kadar glukosa dan keton serum
  • Berikan penggantian insulin (drip insulin)
  • Berikan penggantian elektrolit
  • Berikan resusitasi cairan dan pantau asupan dan pengeluaran

Sumber:

  • Buku Janice Jones dan Brenda Fix “Perawatan Kritis Seri Panduan Klinis” Diterbitkan oleh Penerbit Erlangga
  • https://www.alodokter.com/diabetes-tipe-1