Cara Menilai Derajat dan Tanda Klinis Dehidrasi

Gambar dari Google

Gustinerz.com | Dehidrasi didefinisikan sebagai suatu kondisi kehilangan cairan dan elektrolit tubuh. Diare merupakan penyebab tersering dehidrasi dan usia balita adalah kelompok yang paling rentan mengalami kondisi dehidrasi. Dehidrasi juga dapat terjadi karena peningkatan kebutuhan cairan tubuh, seperti demam, shu lingkungan yang tinggi, dan akrivitas ekstrim.

Jika tidak segera ditangani dehidrasi berat dapat berdampak pada kejadian syok. Syok merupakan kegagalan sirkulasi dan perfusi jaringan yang disebabkan oleh kehilangan volume cairan intravaskuler yang ditandai dengan takikardi dan hipotensi.

Berdasarkan presentase kehilangan ar dari total bera badan, derajat dehidrasi dapat dibedakan menjadi ringan, sedang, dan berat. Bayi dan balita lebih merentan mengalami dehidrasi karena komposisi air tubuh lebih banyak, fungsi ginjal belum sempurna, serta masih bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya.

Dehidrasi dapat dikategorikan menjadi beberapa tipe berdasarkan jumlah kehilangan cairan dan elektrolit yakni dehidrasi Isotonik (suatu keadaan jumlah kehilangan air sebanding dengan jumlah kehilangan elektrolit natrium), dehidrasi hipertonik (keadaan kehilangan air lebih besar dibandingkan dengan kehilangan elektrolit Natrium, dan dehidrasi hipotonik (kehilangan air lebih kecil dibandingkan dengan kehilangan elektrolit natrium).

Penatalaksanaan dehidrasi harus disesuaikan dengan derajat dan tanda klinis dehidrasi, sehingga dapat diberikan penatalaksanaan/terapi yang tepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan tool untuk mengukur derajat dehidrasi dengan penilaian pada keadaan umum, kondisi mata, mulut dan turgor kulit. Berikut cara menilai derajat dehidrasi dan gejala klinis dehidrasi.

Tabel 1. Derajat Dehidrasi Berdasarkan Presentasi Kehilangan Air dari Berat Badan.

Derajat Dehidrasi Dewasa Bayi & Anak
Dehidrasi ringan

Dehidrasi sedang

Dehidrasi berat

4% dari berat badan

6% dari berat badan

8% dari berat badan

5% dari berat badan

10% dari berat badan

15% dari berat badan

Tabel 2. Derajat Dehidrasi Berdasarkan Skor WHO

Yang Dinilai Skor
A B C
Keadaan Umum Baik Lesu/haus Gelisa, cemas, mengantuk, hingga syok
Mata Biasa Cekung Sangat cekung
Mulut Biasa Kering Sangat kering
Turgor Kulit Baik Kurang Jelek

Catatan:

< 2 tanda dikolom B dan C : tanpa dehidrasi
> 2 tanda dikolom B : dehidrasi rinagn-sedang
≥ 2 tanda dikolom c : dehidrasi berat

Tabel 3. Gejala Klinis Dehidrasi

Ringan Sedang Berat
Defisit cairan 3-5% 6-8% >10%
Hemodinamik Takikardi

Nadi lemah

Takikardi

Nadi sangat lemah

Volume kolaps

Hipotensi orstostatik

Takikardi

Nadi tidak teraba

Akral dingin dan sianosis

Jaringan Lidah kering

Turgor menurun

Lidah keriput

Turgor menurun

Atonia

Turgor jelek

Urin Pekat Jumlah turun Oliguria
Sistem Saraf Pusat Mengantuk Apatis Koma

Penatalaksaan dehidrasi ditujukan untuk mengatasi masalah kekurangan cairan dan mengembalikan keseimbangan elektrolit yang hilang. Pada dehidrasi ringan-sedang dapat diatasi dengan pemberian cairan melalui oral atau ORS (oral rehydration solution) untuk mengembalikan volume instraveskuler dan mengoreksi asidosis. Jika ORS tidak cukup atua tidak memungkinkan maka dapat diberikan terapi cairan parenteral untuk memenuhi asupan cairan sampai tercapai perfusi jaringan adekuat/baik.< Beranda

Referensi

  • http://kalbemed.com/Portals/6/23_224Praktis-Strategi%20Terapi%20Cairan%20pada%20Dehidrasi.pdf
  • http://www.kalbemed.com/Portals/6/23_228Praktis%E2%80%93Dehidrasi%20dan%20Syok.pdf