Cara Penilaian Skala Kekuatan Otot

Gambar dari Google

Gustinerz.com | Kekuatan dari sebuah otot umumnya diperlukan dalam melakukan aktifitas. Semua gerakan merupakan hasil dari adanya peningkatan tegangan otot sebagai respon motorik. Kekuatan otot dapat digambarkan sebagai kemampuan otot menahan beban berupa beban eksternal mapun beban internal. Kekuatan otot sangat berhubungan dengan sistem neuromuskuler yaitu seberapa besar kemampuan sistem saraf mengaktivasi otot untuk melakukan kontraksi.

Kekuatan otot dapat diukur pada ekstremitas atas dan bawah. Kekuatan otot ekstremitas atas adalah kemampuan otot pada ekstremitas atas, ektremitas atas dibagi atas daerah bahu (hubungan antara lengan dan beban), lengan atas, lengan bawah dan tangan. Kekuatan otot ekstremitas bawah ialah kemampuan otot pada ekstremitas bawah untuk melakukan fungsinya antara lain berpindah tempat, penopangan beban berat, dan menjadi tumpuan yang stabil sewaktu berdiri. Ekstremitas atas terdiri dari tungkai atas dan tungkai bawah.

Berikut cara penialaian skala kekuatan otot, perhatikan tabel dibawah ini:

Tingkat Deskripsi
0 Kontraksi otot tidak terdeteksi
1 Kejapan yang hamper tidak terdeteksi atau bekas kontraksi dengan observasi atau palpasi
2 Pergerakan aktif bagian tubuh dengan mengeliminasi gravitasi
3 Pergerakan aktif hanya melawan gravitasi dan tidak melawan tahanan
4 Pergerakan aktif melawan gravitasi dan sedikit tahanan
5 Pergerakan aktif melawan tahana penuh tanpa adanya kelelahan otot (kekuatan otot normal)

< Beranda

Sumber:

  • Jackson, M & Jackson L, 2011. Seri Panduan Keperawatan Klinis. Penerbit Erlangga: Jakarta
  • https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/biomedik/article/viewFile/1217/987