Pengkajian Nyeri Pada Pasien Penurunan Kesadaran dengan CPOT

Gambar dari shutterstock.com

Gustinerz.com | Penurunan kesadaran adalah ketidaksiagaan seseorang terhadap diri dan sekitarnya. Masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien dengan penurunan kesadaran adalah perubahan perfusi jaringan, gangguan pernafasan, hambatan mobilitas fisik, gangguan aktivitas menelan, hambatan komunikasi dan nyeri.

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya atau potensi rusaknya jaringan atau keadaan yang menggambarkan kerusakan jaringan tersebut. Pada pasien dengan penurunan kesadaran mengalami ketidakmampuan untuk melaporkan nyeri sendiri secara verbal maka perlu dilakukan observasi perilaku nyeri dan gejala fisiologis menjadi indikator penting untuk menilai nyeri pada pasien.

Critical Care Pain Observation Tool (CPOT) merupakan alat ukur nyeri yang direkomendasikan untuk mengukur nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran. CPOT adalah sebuah skala sikap yang disarankan oleh para ahli untuk menilai nyeri pada pasien-pasien kritis yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal. CPOT dikembang oleh Gelines (dkk) pada tahun 2006



Petunjuk Penilaian Nyeri dengan CPOT (Gelinas, 2006)

  1. Amati pasien selama satu menit
  2. Kemudian pasien harus diamati selama mendapatkan tindakan pengobatan untuk mendeteksi perubahan yang terjadi
  3. Pasien harus diamati sebelum dan pada puncah tindakan pengobatan untuk menilai apakah pengobatan efektif atau tidak dalam menghilangkan nyeri
  4. Amati nilai CPOT setelah dilakukan tindakan pengobatan.
No Indikator Kriteria Skor Deskripsi
1 Ekspresi wajah Santai, netral 0 Tidak ada ketegangan otot
Tegang 1 Merengut, alis menurun, orbit menegang dan terdapat kerutan lewator atau perubahan lainnya (misalnya membuka mata atau menangis selama prosedur invasive)
Meringis 2 Semua gerakan mata pada skor 1 ditambah kelopak tertutup rapat (pasien dapat mengalami mulut terbuka atau menggigit endotrakeal tube)
2 Gerakan tubuh Tidak adanya gerakan atau posisi normal 0 tidak bergerak sama sekali (tidak berarti adanya rasa saki) atau poisis normal (gerakan tidak dilakukan terhadap bagian yang terasa nyeri atau tidak dilakukan untuk tujuan perlindungan)
Ada gerakan perlindungan 1 Gerakan lambat, gerakan hati-hati, menyentuh atau menggosok bagian yang nyeri (mencari perhatian melalui gerakan)
Kegelisahan/ agitasi 2 menarik-narik tube, mencoba untuk duduk, menggerakan tungkai / meronta-ronta, tidak mengikuti perintah, menyerang staf, mencoba turun dari tempat tidur.
3 Kepatuhan terhadap pemasangan ventilator (pasien terpasang intubasi) Toleransi terhadap ventilator atau gerakan 0 Alarm tidak aktif/tidak bunyi, ventilasi mudah
Batuk tapi masih toleransi 1 Batuk, alarm aktif/bunyi tapi berhenti secara spontan
Melawan ventilator 2 Tidak singkron, ventilasi tertahan, alarm sering berbunyi.
Vokalisasi (Pasien yang tidak terpasang ventilator) Berbicara dalam nada normal atau tidak ada suara 0 Berbicara dalam suara normal atau tidak sama sekali
Menghela napas, merinti, 1 Menghela napas, merintih
Menangis, terisak-isak 2 Menangis terisak-isak
4 Ketegangan otot Santai 0 Tidak ada perlawanan pada gerakan pasif
Tegang kaku 1 Ada perlawanan pada gerakan pasief
Sangat tegang atau sangat kaku 2 Perlawanan kuat pada gerakan pasif atau tidak biasa dilakukan gerakan pasif

Sumber:

  • Wiwin Mahmud (2019) dalam Mini Riset: Efektifitas Pengkajian Nyeri Menggunakan Intrumen CPOT dan WONG BEKER pada Pasien Penurunan Kesadaran di UGD RSUD Toto Kabila.
  • Dari berbagai sumber lainnya