Trauma merupakan salah satu masalah kesehatan utama serta menjadi penyebab kematian utama pada usia remaja dan dewasa muda. Kematian akibat trauma diproyeksikan meningkat dari 5,1 juta menjadi 8,4 juta (9,2% dari kematian global) dan diperkirakan akan menempati peringkat ketiga dari Disability adjusted life years (DALYs) pada tahun 2020.

Pengukuran keparahan trauma adalah langka yang sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat, merencanakan strategi pengobatan yang efektif dan efisien, hemat waktu dan biaya serta dapat mencegah kecacatan dan kematian pasien trauma.



Salah satu instrumen yang digunakan dalam pengukuran derajat trauama adalah Revised Trauma Score (RTS). RTS dikembangkan oleh Champion, Sacco, Copes, Gann, Gennarelli, dan Flanagan pada tahun 1989. yang berfungsi untuk menilai sistem fisiologis manusia secara keseluruhan. Penghitungan RTS dilakukan dengan menjumlahkan coded value dari tiga parameter yaitu GCS, tekanan darah sistolik dan frekuensi nafas.

Penilaian RTS dilakukan segera setelah pasien cedera, umumnya saat sebelum masuk rumah sakit atau ketika berada di unit gawat darurat. RTS adalah sistem skoring yang paling mudah diterapkan untuk pasien multitrauma di unit gawat darurat dan direkomendasikan sebagai bagian dari pedoman penanganan kasus multitrauma.

Hasil penelitian Irawan (2020) ditemukan bahwa penilaian RTS dapat mengidentifikasi lebih dari 97% orang yang akan meninggal jika tidak mendapatkan perawatan dan kemampuan RTS dalam menentukan kondisi yang membahayakan jiwa adalah 76,9%.

Cara penilaian trauma dengan RTS

RTS adalah sistem penialaian fisiologis yang dirancang untuk digunakan berdasarkan tanda-tanda vital awal pasien.  RTS terdiri dari tiga kategori/parameter yakni Glasgow Coma Scale (GCS), Systolic blood pressure (tekanan darah sistolik), dan respiratory rate (laju pernapasan). Perhatikan tabel dibawah ini:

Penilaian Skor RTS (Jaspal Singh, 2011)

Skor yang lebih rendah menunjukkan tingkat keparahan cedera yang lebih tinggi. Skor RTS dapat digunakan juga dalam penilaian triage pada pasien. Skor RTS 12 diberi label tertunda, 11 mendesak, dan 10-3 segera. Pasien yang memiliki RTS dibawah 3 dinyatakan meninggal.


Sumber:

  • https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/biomedik/article/view/12699/12297
  • https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/144/65
  • http://www.onlinejets.org/article.asp?issn=0974-2700;year=2011;volume=4;issue=4;spage=446;epage=449;aulast=Singh;type=3
  • http://www.onlinejets.org/article.asp?issn=0974-2700;year=2011;volume=4;issue=4;spage=446;epage=449;aulast=Singh;type=3