Definisi Diagnosa Keperawatan Menurut Para Ahli

ilustrasi | ©Morning Bulletin

Diagnosa keperawatan merupakan tahap yang penting dalam pemberian asuhan keperawatan oleh seorang perawat. Dalam proses keperawatan diagnosa keperawatan merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh perawat setelah melakukan pengkajian kepada pasien (proses keperawatan: pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi).

Menentukan atau merumuskan diagnosa keperawatan oleh seorang perawat harus dilakukan secara tepat. Penentuan diagnosa yang tepat dapat menentukan intervensi yang tepat juga sehingga memberikan dampak positif terhadap kesembuhan pasien/klien.



Perkembangan diagnosa keperawatan dimulai di dunia dimulai sejak tahun 1973 dimana pertama kali diadakan konferensi klasifikasi diagnosa keperawatan. Pada tahun 1982 asosiasi profesional dibentuk yaitu the North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) tujuannya adalah untuk mengembangkan, memperbaiki dan meningkatkan penggunaan umum taksonomi terminologi diagnostik keperawatan bagi perawat profesional.

Berikut ini beberapa definisi yang diungkapkan oleh para ahli keperawatan tentang diagnosa keperawatan.

  1. Abdellah (1957): “Penentuan sifat dan keluasan masalah keperawatan ditujukkan oleh pasien indvidual atau keluarga yang menerima asuhan keperawatan.”
  2. Durand, Prince (19966): “Suatu pernyataan tentang konkluasi yang dihasilkan dari pengenalan terhadap pola yang berasal dari penyelidikan keperawatan dari pasien.”
  3. Gebbie, Livin (1975): “penilaian atau konkluasi yang terjadi sebagai akibat dari pengkajian keperawatan.”
  4. Bricher (1975): “Suatu evaluasi tentang respons personal klien terhadap pengalaman kemanusiaannya sepanjang siklus kehidupan, apakah respons merupakan krisis perkembangan atau kecelakaan, penyakit, kerusakan atau stres lainnya.”
  5. Aspinal (1976): “Suatu proses kesimpulan klinis dari perubahan yang teramati dalam kondisi fisik atau fisiologis pasien; jika proses ini terjadi secara akurat dan rasional, maka proses tersebut akan mengarah pada identifikasi tentang kemungkinan penyebab simptomatologi.”
  6. Gordon (1976): “Masalah kesehatan aktual atau potensial dimana perawat, dengan pendidikan dan pengalamannya, mampu dan mempunyai izin untuk mengatasinya.”
  7. Roy (1982): “Frase singkat atau istilah yang meringkaskan kelompok indikator penting (empiris) yang mewakili pola kebutuhan manusia.”
  8. Shoemaker (1984): “Penilaian klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang didapatkan melalui proses pengumpulan data yang disengaja dan sistematis yang menjadi tanggung gugat perawat. Hal ini ditunjukkan secara singkat dan mencakup etiologi kondisi bila diketahui.”
  9. Carpenito (1987): “Pernyataan menggambarkan respons manusia (keadaan sehat atau perubahan pola interaksi aktual/potensial) dari individu atau kelompok perawat yang secara legal mengidentifikasi dan dimana perawat dapat menginstruksikan intervensi definitif untuk mempertanyakan keadaan sehat atau untuk mengurangi, menyingkirkan atau mencegah perubahan.”
  10. NANDA (1990): “Penilaian klinis tentang respons individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan dan proses kehidupan aktual atau potensial. Diagnosa keperawatan memberikan dasar pemilihan intervensi.”
  11. Carlson, et al. (1991): “Pernyataan ringkasan tentang status kesehatan klien yang didapatkan melalui proses pengkajian dan membutuhkan intervensi dari domain keperawatan.”

Perumusan diagnosa keperawatan didasarkan pada identifikasi kebutuhan klien, jika dalam pengkajian ditemukan masalah, maka perawat diarahkan untuk segera melakukan penegakan atau perumusan diagnosa keperawatan untuk dasar dalam pemilihan intervensi kepada pasien.


Sumber:

  • Potter & Perry, 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Ed. 4. Jakarta: EGC