Presiden Joko Widodo telah melantikan 6 Menteri baru pada Kabinet Indonesia Maju yang terdiri dari Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Sandiaga S. Uno (Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan).

Hal yang menarik dari pelantikan menteri baru Jokowi ini adalah pemilihan Menteri Kesehatan (Menkes) yang bukan berasal dari seorang dokter, tentunya ini jarang terjadi di Indonesia mengingat selama ini posisi menkes sering dijabat oleh seorang dokter.  Pemilihan Budi Gunadi Sadikin sebagai menkes mendapat banyak tanggapan khususnya dari kalangan para dokter, salah satu yang memberikan tanggapan terkait ini adalah Dr. dr. M. Isman Jusuf, Sp.S seorang dokter Ahli Saraf dan juga merupakan Ketua IDI Kota Gorontalo.



dr. Isman menulis secara khusus terkait ini pada akun Facebook (https://www.facebook.com/isman.jusuf) miliknya yang diberi judul “Menkes Kedua Indonesia yang Bukan Dokter“. Berikut isi lengkap tulisannya

*Menkes Kedua Indonesia yang bukan dokter*

Pelantikan Bpk Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan RI menggantikan Dokter Terawan Agus Putranto telah memicu diskusi hangat di media sosial tentang tepat tidaknya Wakil Menteri Negara BUMN dengan latar belakang seorang bankir yang berpendidikan fisika nuklir ini pada posisi sebagai menteri kesehatan RI.

Sejarah mencatat bahwa sejak tahun 1945 sampai saat ini sudah ada 22 orang Menteri kesehatan yang pernah dimiliki Indonesia. 20 orang di antaranya berprofesi dokter dan 2 orang bukanlah dokter. Mereka adalah Ir. Budi Gunawan Sadikin dan Ir. Mananti Sitompoel.

Mananti Sitompoel merupakan menteri kesehatan pada Kabinet Darurat periode 19 Desember 1948 hingga 14 Maret 1949. Sebetulnya beliau adalah Menteri Pekerjaan Umum yang merangkap Menteri Kesehatan. Beliau pun tidak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran karena beliau adalah lulusan Technische Hoogeschool Bandung yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jika kita lihat di sejumlah negara maju, ternyata menteri kesehatan dijabat oleh bukan seorang dokter. Ada yang berlatar belakang insinyur, ekonom, hukum bahkan jurnalistik. Yang unik justru di Singapura. Menteri Pertahanan ternyata seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi, Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air adalah seorang dokter Spesialis Mata. Sementara Menteri Kesehatannya seorang Insinyur.

Hal ini menunjukkan bahwa pada posisi level menteri yang lebih dibutuhkan adalah leadership dan managerial ketimbang kemampuan teknis operasional berbasis keilmuan. Latar belakang profesi dan pendidikan justru diharapkan pada level Dirjen, Direktur dan eselon di bawahnya. Merekalah yang akan menerjemahkan arah kebijakan menteri dalam bentuk program dan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing.

Budi Gunadi Sadikin | Kompas

Selamat bekerja pak Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan 2020-2024. Teriring doa semoga dapat memenuhi harapan seluruh Rakyat untuk mengatasi pandemi covid19 dan mewujudkan Indonesia Sehat. Aamiin.