Inilah Tanda Bayi Cukup ASI

Gustinerz.com | Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan susu hasil sekresi dari payudara setelah ibu melahirkan. ASI adalah makanan yang fleksibel dan mudah didapat, siap diminum tanpa persiapan khusus dengan temperatur yang sesuai dengan bayi, susunya segar dan bebas terkontaminasi bakteri sehingga menurunkan risiko gangguan pencernaan (gastrointestinal).

Setiap bayi direkomendasikan mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan sejak kelahirannya. WHO & UNICEF sangat merekomendasikan pemberian ASI eksklusif (6 bulan) pada ibu dengan menerapkan upaya sebagai berikut:

  • Inisiasi menyusu dini (IMD) pada satu jam pertama setelah lahir.
  • Menyusui eksklusif dengan tidak memberikan makanan atau minuman apapun termasuk air kepada bayi.
  • Menyusui sesuai dengan keinginan bayi, baik pagi dan malam hari.
  • Menghindari penggunaan botol, dot, dan compeng.



Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Kolostrum adalah air susu yang pertama kali keluar. Kolostrum disekresi oleh kelenjar payudara pada hari pertama sampai hari ke empat pasca persalinan. Kolostrum memiliki ciri kental, lengket dan berwarna kekuningan. Kolostrum mengandung tinggi protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang tinggi dari pada ASI matur. Kolostrum juga mengandung rendah lemak dan laktosa. Volume kolostrum yang dihasilkan memang sangat sedikit, namun itu sesuai dengan kebutuhan bayi berusia 1-2 hari.

Kebutuhan ASI pada bayi 0-6 bulan sangat direkomendasikan, untuk itu perlu dinilai tanda kecukupan ASI pada bayi. Berikut tanda-tanda jika bayi cukup ASI:

  1. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8-10 kali pada 2-3 minggu pertama.
  2. Kotoran/feses bayi berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan warna menjadi lebih muda pada hari kelima setelah lahir.
  3. Bayi akan Buang Air Kecil (BAK) paling tidak 6-8 kali sehari.
  4. Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI.
  5. Payudara akan terasa lebih lembek (tanda ASI telah habis)
  6. Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal.
  7. Pertumbuhan berat badan (BB) bayi dan tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan. Perkembangan motorik baik (bayi aktif dan motoriknya sesuai dengan rentang usianya).

Sumber:

  • Anindita, YI. 2014. eprints.undip.ac.id. BAB II
  • Maritalia (2012) dalam Analisis Jurnal oleh Harmain, HA (2019) “pengaruh pemberian ASI terhadap kejadian ikterus pada bayi baru lahir”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.