Pengaruh Inisiasi Menyusui Dini terhadap Perubahan Suhu Tubuh Bayi

Gambar: Mum Friday

Gustinerz.com | Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri setelah kelahiran, dimana bayi diletakan di letakan di dada ibunya dan bayi dengan sendirinya serta segela upayanya mencari puting untuk segera menyusu. Jangka waktu IMD sesegera mungkin setelah melahirkan.

Tujuan dilakukan IMD bukan semata-mata pemberian nutrisi melainkan untuk belajar menyusui guna mempersiapkan payudara ibu mulai memproduksi ASI. Hasil penelitian membuktikna bahwa rata-rata bayi yang dilakukan IMD produksi ASI pada ibu lebih cepat rata-rata 11 jam, sedangkan pada bayi yang tidak dilakukan IMD produksi ASI lebih lambat rata-rata pada 36 jam setelah melahirkan.



Salah satu manfaat dari IMD juga adalah untuk menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil dalam keadaan normal, hal ini terjadi karena kulit ibu bersifat termoregulator atau termal sinchrony bagi suhu bayi. Jika bayi kedinginan suhu kulit ibu ototmatis naik 2 derajat untuk menghangatkan bayi, sementara jika bayi kepanasan sehu kulit ibu otomatis turun 1 derajat untuk mendinginkan bayinya.

Rangsangan sensorik seperti sentuhan, kehangantan dan bau dapat menjadi rangsangan vagal yang kuat. Rangsangan ini memiliki efek pengeluaran hormon oksitosin dan prolaktin yang dapat memperlancar produksi ASI, menimbulkan ketenangan, membantu rahim berkontraksi yang membantu kelahiran plasenta, mengurangi perdarahan, dan mengurangi rasa nyeri.

Tata cara atau langkah melakukan IMD (IDAI, 2013)

  1. Segera setelah bayi lahir dan diputuskan tidak memerlukan resusitasi, letakan bayi diatas perut ibunya (bila sectio, letakan diatas dada) dan keringkan bayi dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangannya. Bau cairan amnion pada tangan bayi akan membantu mencari puting ibu yang mempunyai bayu yang sama.
  2. Setelah tali pusat dipotong dan diikat, tengkurapkan bayi di atas perut ibu dengan kepala bayi menghadap kearah kepala ibunya.
  3. Kalau ruang bersalin dingin, berikan selimut yang akan menyilimuti ibu dan bayinya, dan kenakan topi pada kepala bayi.
  4. Setelah 12-44 menit bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya.
  5. Stimulasi ini akan membantu uterus untuk berkontraksi.
  6. Bayi kemudian mencapai puting dengan mengandalkan indera penciuman dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya. Bayi akan mengangkat kepadal, mulai mengulum puting, dan mulau menyusu (tercapai 27-71 menit).
  7. Menyusu pertama berlangsung sebentar (15 menit), selama menyusu bayi akan mengkoordinasi gerakan menghisap, menelan, dan bernapas.
  8. Setelah usai tindakan IMD, lakukan tindakkan asuhan keperawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri, penyuntikan vitamin K1, dan pengolesan salep pada mata bayi
  9. Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikutnya.
  10. Bayi tetap berada dalam jangkauan ibunya gar dapat diususkan sesuai keinginanan bayi (rooming in/rawat gabung).

Sumber:

  • Agusvina, R. (2015) SKRIPSI: Hubungan IMD Terhadap Keberhasilan ASI.
  • Lukum, W. (2019) Analisis Jurnal: Pengaruh IMD terhadap perubahan subuh tubuh bayi baru lahir.
  • http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/inisiasi-menyusu-dini