Mencegah Komplikasi Pada Pasien Dengan Penurunan Kesadaran

Gustinerz.com | Kesadaran merupakan suatu keadaan yang meliputo dua aspek penting yakni siaga dan kesadaran pada diri (lingkungan dan waktu). Siaga berarti kemampuan mempertahankan keadaan abngun atau dapat dibangunkan dengan mudah dari tidur, sedangkan kesadaran diri berarti berarti klien dapat mengidentifikasi dirinya sendiri.

Kondisi tidak sadar dapat berlangsung singkat, beberapa detik samapai menit atau menetap, berlangsung selama satu jam atau lebih.

Koma merupakan suatu keadaan tidak sadar menetap pada pasien yang tidak berespon pada stimulus verbal, dapat memiliki berbagai respon terhadap stimulus nyeri, tidak berggerak secara volunter, dapat memiliki pola pernafasan yang terganggu, respon pupil yang terganggu dan tidak berkedip.

Jika koma menetap, awali pemberian makanan secara parenteral untuk memberikan nutrisi dan mencegah pengurangan massa otot.

Nutrisi parental dapat digunakan jika terjadi ileus paralitik. Perhatikan untuk mencegah hiperglikemia yang dapat menyebabkan eksaserbasi cedera otak pada keadaan iskemia. Sel otak memiliki kebutuhan glukosa yang tinggi dibandingkan dengan sel-sel lain.

Cegah komplikasi imobilitas seperti pneumonia dan ulkus decubitus dengan sering mengganti posisi pasien dengan menggunakan tempat tidur yang dapat digerakan. Ubah posisi pasien secara bergantian untuk menghilangkan tekanan pada kulit.

Latihan rentang gerak ROM pasief agar mempertahankan sendi tetap dapat bergerak dan meminimalisasi pengurangan masa otot. Posisi ekstremitas pada arah yang teapt dapat mencegah kontraktur. Menggunakan stoking kompresi sekuensial dapat mencegah thrombosis vena dalam.

< Beranda

Sumber:

  • Buku Keperawatan Medika Bedah Manajemen Klinis Untuk Hasil Yang Diharapkan
  • Gambar: verywell.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *