Tindakan operasi atau pembedahan merupakan salah satu cara untuk mengobati atau menyembuhkan pasien yang dilakukan oleh seorang dokter ahli (spesialis tertentu). Seseorang mendengar tindakan operasi/pembedahan pasti akan merasakan kecemasan atau ansietas. Kecemasan adalah konsisi emosi dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang tidak jelasn dan spesifik. Berada dalam situasi cemas menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan, gelisah atau takut.

Perasaan cemas sangat sering dihadapi oleh seorang pasien yang akan melakukan tindakan pembedahan. Prosedur pembedahan menimbulkan rasa cemas terhadap keselamatan jiwa, untuk itu setiap pasien yang akan menjalani pembedahan baiknya dalam keadaan stabil. Salah satu cara mengetahui tingkat kecemasan pasien pre operasi adalah menggunakan instrumen Amsterdam Pre Operative Anxiety and Information Scale (APAIS).



APAIS menggunakan pengukuran skala Likert yaitu 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = ragu-ragu, 4 = setuju dan 5 = sangat setuju, dengan rentang skor kecemasan 4-20. APAIS dibagi menjadi subskla tentang kecemasan anestesi (pernyataan 1 dan 2), sementara kecemasan mengenai operasi (pernyataan 4 dan 5). Perhatikan gambar dibawah ini

Kriteria penilaian tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan APAIS

  • Skor 6: tidak cemas/normal
  • Skor 7-12: cemas ringan
  • Skor 13-18: cemas sedang
  • Skor 19-24: cemas berat
  • Skor 25-30: panik

Mengetahui status kecemasan seorang pasien yang akan menjalani operasi sangat penting dilakukan oleh tenaga kesehatan terutama seorang perawat, dengan mengetahui status ansietas pasien perawat wajib memberikan tindakan untuk dapat menurunkan tingkat kecemasan atau bahkan tidak cemas. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan adalah melakukan edukasi tentang prosedur operasi atau dapat melakukan teknik distraksi.


Referensi:

  • Diolah dari Skripsi Meity Rahmawati Nete dengan judul: Pengaruh Pemberian Progresive Muscle Relaxation terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi. 2022