Peran Perawat Dalam Memenuhi Kebutuhan Mobilisasi Pasien

Gambar dari Google Image

Gustinerz.com | Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah mobilisasi (kemampuan untuk bergerak secara bebas dalam memenuhi kebutuhanya). Mobilisasi sangat dipengaruhi oleh sistem neuromuskular (otot, skeletal, sendi, ligamen, tendon, kartilago, dan saraf). Gangguan mobilisasi dapat terjadi jika sistem yang mempengaruhi pergerakan terganggunggu yakni sistem neuromuskular.

Memenuhi kebutuhan dasar manusia yang terganggun adalah tugas dari seorang perawat. Sehingga gangguan mobilisasi pada pasien menjadi tanggung jawab dari perawat. Gangguan mobilisasi harus dapat ditangani melihat dampak negatif yang ditimbulkan dari masalah ini yakni

  1. Muskuloskeletal seperti kehilangan daya tahan, penurunan masa otot, atropi dan abnormalnya sendir serta gangguna metabolisme kalsium
  2. Gangguan pada kardiovaskuler seperti hiptensi orotatik, peningkatan beban kerja jantung, dan pembentukan trombus.
  3. Gangguan pada pernafasan seperti atelaktasis dan pneumonia hipstatik
  4. Gangguan metabolisme dan nutrisi ketidak seimangan cairan dan elektrolit dan gangguan pencernaan (konstipasi)
  5. Gangguan eliminasi karena stasis urin dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan batu ginjal
  6. Gangguan integumen seperti ulkus dekubitus

Peran perawat sangat penting dalam mencegah masalah yang ditimbulkan akibat imobilisasi/hambatan mobilitasi. Untuk itu asuhan keperawatan yang diberikan perawat dapat mengatasi masalah tersebut. Berikut beberapa intervensi keperawatan yang dapat diberikan oleh perawat adalah

Intervensi Rasional
Kaji dan observasi kemampuan bergerak pasien. Untuk menentukan rencana latihan yang tepat bagi pasien
Ciptakan lingkungan yang aman seperti tempat tidur yang bersih dan barang-barang penting didekatkan dengan pasien. Mencegah risiko jatuh
Tentukan tindakan yang dapat mencegah kerusakan kulit dan tromboflebitis dari imobilitasi yang berkepanjangan.

– Bersihkan, keringkan, dan lembabkan kulit pasien

– Gunakan underpad (kasur anti decubitus)

Mencegah kerusakan kulit dan mencegah tromboflebitis di kaki
Berikan latihan ROM Mencegah kekakuan otot, meningkatkan kekuatan otot dan stamina.
Fasilitasi ambulasi misalnya duduk dikursi, kaki menjuntai, dll Membuat organ-organ pergerakan berfungsi seefektif mungkin
Tunjukan/ajarkan penggunaan perangkat mobilitas seperti kruk dan alat bantu berjalan lainya. Meningkatkna mobilitasi, mempromosikan keselamatan, menghindari jatu dan menghemat energy
Dalam memindakan pasien imobilisasi sebaiknya gunakan metode transfer dengan menggunakan bantuan orang atau alat saat mentransfer asien mislanya kursi atau tandu. menjaga mobilitas dan keselamatan pasien yang optimal.`
Anjurkan minum air putih 500ml pada pagi hari Untuk mencegah konstipasi
Anjurkan untuk batu dan latih napas dalam Mencegah penumpukan sekresi
Balikkan dan posisikan pasien setiap 2 jam atau sesuai kebutuhan Perubahan posisi untuk melancarkan sirkulasi ke seluruh jaringan secara optimal dan mencegah luka tekan (decubitus)
Berikan penguatan positif selama kegiatan berlangsung Memberikan kesempatan untuk pasien sembuh serta meningkatkan harga dirinya.

< Beranda

Referensi:

  • https://nurseslabs.com/impaired-physical-mobility/
  • http://staff.ui.ac.id/system/files/users/honey/material/mobilisasi-materi.pdf