Penerapan Terapi Komplementer Pada Pasien Kanker Payudara Menggunakan Teknik SEFT

ilustrasi | ©healthline
Tulisan Oleh : Risa Riyanti, Rizka Wahyuni Utami, Robertus Rebon, Senny Pongoh | Dosen Pengampu : dr. Iman Permana, M. Kes, Ph.D

Seorang wanita yang mengetahui bahwa dirinya mempunyai kelainan pada payudaranya sudah pasti akan membuat wanita tersebut merasa sangat terpukul. Payudara tidak hanya organ untuk menyusui bayinya tetapi juga untuk daya tarik terhadap kaum pria, sehingga penderita kanker merasa malu dengan bentuk payudaranya, dan merasa tidak menarik lagi. Hal lain yang dapat terjadi pada seorang wanita yang didiagnosa kanker merasa takut akan kematian, kehilangan kontrol, sulit berkonsentrasi, kecemasan, isolasi, depresi, dan putus asa.

Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan diharapkan mampu memberikan asuhan keperawtan mandiri dalam konteks nonfarmakologi. Terapi komplementer dalam sistem keperawatan pada dasarnya bertujuan untuk mencapai keselarsan, keseimbangan dan kesejahteraan dalam diri seseorang. Salah satu terapi komplementer yang direkomendasikan oleh NCCAM (National Center Complementary and Alternative Medicine) adalah Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT). SEFT merupakan salah satu dari 6 terapi relaksasi yang dijadikan alternatif untuk menurunkan tingkat kecemasan.



PERMENKES No: 1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang terapi komplementer SEFT masuk di Intervensi tubuh dan pikiran (mind and body interventions) meliputi : Hipnoterapi, Mediasi, Penyembuhan spiritual, doa dan yoga. Peraturan menteri kesehatan tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional komplementer Bab 2 pelayanan bagian kesatu umum pasal 4 menyatakan bahwa:

  1. Pelayanan kesehatan tradisional komplementer harus memenuhi kriteria : Dapat dipertanggungjawabkan keamanan dan manfaatnya, Tidak membahayakan kesehatan klien, Memperhatikan kepentingan terbaik klien, Memiliki potensi meningkatkan kualitas hidup klien secara fisik, mental, dan sosial.
  2. Tidak bertentangan dengan norma agama
  3. Tidak bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat

SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) adalah teknik pemberdayaan spiritual dan penyelarasan sistem energi tubuh untuk mengatasi masalah fisik (seperti sakit kepala yang berkepanjangan, nyeri punggung, alergi, asma, mudah letih dan sebagainya) dan emosional (trauma, depresi, fobia, stress, sulit tidur, bosan, malas, gugup, cemas, tidak percaya diri dan sebagainya). Sehingga dapat memaksimalkan potensi dalam diri individu agar dapat mencapai performa yang maksimal baik dalam dunia kerja, rumah tangga atau hubungan antar individu termasuk permasalahan anak dan remaja.

Ada 5 kunci keberhasilan SEFT yaitu : yakin, khusyu’, ikhlas, pasrah dan sykur. Sedangkan teknik SEFT itu sendiri memilik 3 tahap yaitu :

  1. The Set – up : Bertujuan untuk memastikan agar aliran energi dalam tubuh terarah dengan cepat. Langkah ini dilakukan untuk menetralisir “Psychological Reversal” atau “perlawanan psikologis” (biasanya berupa pikiran negatif spontan atau keyankinan bawah sadar negatif).
  2. The Tune – in : Untuk masalah fisik, tune-in dilakukan dengan cara merasakan rasa yang di alami, lalu mengarahkan pikiran klien ke tempat rasa sakit, dibarengi dengan hati dan mulut sambil mengatakan “Ya Allah saya ikhlas, saya pasrah” atau “Ya Allah saya ikhlas menerima sakit saya ini, saya pasrahkan kesembuhan ini hanya pada Engkau ya Allah.” Untuk masalah emosi, melakukan tune-in dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkit emosi negatif yang ingin dihilangkan. Ketika terjadi reaksi negatif (marah, sedih, takut dan lainnya) hati dan mulut mengatakan, “Ya Allah… saya ikhlas…dan saya pasrah..”
  3. The Tapping : mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh sambil terus tune-in. Titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari “the major energi meridians”, yang jika diketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang di rasakan. Karena aliran tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali. Berikut adalah titi- titik tersebut:
    • Cr = Crown: Pada bagian ubun-ubun atau bagian atas kepala
    • EB = Eye Brow: Pada titik permulaan alis mata
    • SE = Side of the Eye: Di atas tulang ujung alis mata
    • UE = Under the Eye: 2 cm dibawah mata
    • UN = Under the Nose: Tepat dibawah hidung
    • Ch = Chin: Di antara dagu dan bagian bawah bibir
    • CB = Collar Bone: Di ujung tempat bertemunya tulang dada
    • UA = Under the Arm: Dibagian bawah ketiak selebar 4 jari tangan
    • BN = Bellow Nipple: 2,5 cm bagian bawa putting susu (pria), sedangkan wanita bagian bawah tali payudara)
    • IH = Inside of Hand: Di bagian tengah/pergelangan tangan
    • OH = Outside of Hand: Dibagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan
    • Th = Thumb: Ibu jari disamping luar bagian bawah kuku
    • IF = Index Finger: Jari telunjuk disamping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
    • MF = Middle Finger: Jari tengah disamping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
    • RF = Ring Finger: Jari manis disamping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
    • BF = Baby Finger: Jari kelingking disamping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
    • KC = Karate Chop: Disamping telapak tangan yang digunakan untuk mematahkan balok saat karate
    • GS = Gamut Spot: Di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking.

Sambil men-tapping titik tersebut sambil melakukan 9 gamut procedure yaitu: menutup mata, membuka mata, mata digerakan denga kuat ke kanan bawah, mata di gerakan dengan kuat ke kiri bawah, memutar bola mata searah jarum jam, memutar bola mata melawan arah jarum jam, bergumam dengan berirama selama 3 detik, menghitung 1-5 dan bergumam lagi selama 3 menit.

Setelah melakukan 9 gamut procedure, langkah terakhir adalah mengulang lagi tapping dari titik pertama sampai titik ke-17 (berakhir di karate chop). Dan diakhir dengan mengambil nafas panjang dan menghembuskannya, sambil mengucap rasa syukur: “Allahamdulillah”.

SEFT dapat diterapkan diberbagai bidang, yaitu : individu (pengembangan diri), keluarga (hubungan suami, istri dan anak), sekolah (guru, pelajar dan mahasiswa), organisasi (manajemen konflik, team work dan leadership), Bisnis (Enterpreneurship, sales and peak performance).


Referensi:

  • Antoni, M. H. Stress Management Intervention for Women with Breast Cancer: Therapist’s Manual. Washington: American Psychological Association; 2008
  • Aftrinanto, Z., Hayati, E. N., & Urbayatun, S. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk Meningkatkan Kualitas Hidup pada Wanita yang Mengalami Bencana Tanah Longsor. Jurnal Studia Insania, 6(1); 69-89; 2018