Pengkajian Primer dan Sekunder Pasien Gawat Darurat

ilustrasi | ©northwell.edu

Pengkajian atau assesment merupakan tahap awal yang sangat penting untuk dilakukan seorang tenaga medis sebelum mengambil keputusan klinis atau tindakan. Dalam melakukan pengkajian dibutuhkan kemampuan kognitif, psikomotor, interpersonal, etik, dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik dan benar.

Pengkajian pada umumnya meliputi data subjektif dan objektif. Subjektif didapatkan dari pernyataan atau keluhan pasien atau keluarga, sementara objektif data yang dapat dilihat atau diukur (pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan penunjang/lab). Pada pasien emergency / gawat darurat dibutuhkan pengkajian yang cepat dan tepat.



Setiap pasien perlu dilakukan pemeriksaan dengan teliti untuk mengetahui ancaman kesehatan yang dialami terutama ancaman kematian. Dalam gawat darurat seorang tenaga medis perlu melakukan pengkajian utama atau primer yang berfokus pada airway, breathing, dan circulation (ABC) setelah dipastikan ABC tertangani, selanjutnya perlu dilakukan pengkajian sekunder.

Berikut ini perbedaan antara pengkajian primer (primary assesment) dan pengkajian sekunder (secondary assesment).

Komponen pengkajian primer

KomponenPemeriksaanTindakan
Airway (jalan nafas)Periksa apakah jalan nafas pate atau tidakPeriksa dan atur jalan napas untuk memastikan kepatenan
Periksa vokalisasiidentifikasi dan keluarkan benda asing (darah, muntahan, sekret, atau benda asing) yang menyebabkan obstruksi jalan napas baik parsial atau total
Ada tidaknya aliran udaraPasang orofaringeal airway   untuk mempertahankan jalan nafas
Periksa adanya suara napas abnormal: stridor, snoring, gurglingPertahankan dan lindungi tulang serfikal
Breathing (pernapasan)Periksa ada tidaknya pernapasan efektif dengan 3M (melihat naik turunnya diding dada, mendengar suara napas, dan merasakan hembusan napas)Auskultasi suara napas
Warna kulitAtur posisi pasien untuk memastikan ekspansi dinding dada
Identifikasi pola pernapasan abnormalBerikan oksigen
Periksa adanya penggunaan otot bantu pernapasan,deviasi trakea, gerakan dinding dada yang asimetrisBeri bantuan napas dengan menggunakan masker/Bage Valve Mask (BVM)/Endotracheal tube (ETT) jika perlu
Periksa pola napas pasien (takipnea/bradipnea/tersengal-sengal)Tutup luka jika didapatkan luka terbuka di dada
Berikan terapi untuk mengurangi bronkospasme atau adanya edema pulmonal
Circulation (sirkulasi)Periksa denyut nadi, kualitas dan karakternyaLakukan tindakan CPR/defibrilasi sesuai dengan indikasi
Periksa adanya irama jantung/abnormalitas jantungLakukan tindakan penanganan pada pasien yang mengalami disritmia
Periksa pengisian kapiler, warna kulit dan suhu tubuh, serta adanya diaforesisBila ada perdarahan lakukan tindakan penghentian perdarahan
Pasang jalur IV
Ganti volume darah/cairan yang hilang dengan cairan kristaloid isotonik atau darah

Komponen pengkajian sekunder

NoKomponenPertimbangan
1Observasi umumObservasi penampilan pasien, perhatikan postur dan posisi tubuh
Periksa apakah pasien menggunakan pelindung atau tindakan perlindungan diri
Tanyakan keluhan umum yang diderita pasien
Bagaimana tingkat kesedarana pasien
Amati perilaku pasien apakah tampak tenang/ketakutan/gelisah/kooperatif
Kajia apakah pasien mampu meakukan tindakan sendiri atau tidak
Kaji komunikasi verbal pasien, apakah bicara jelas/bingung/bergumam
Apakah terdapat bau seperti bau keton/etanol/obat kimiawi lainnya
Apakah ada tanda luka lama, luka baru, atau keduanya
2Kepla dan wajahPeriksa adanya luka/perdarahan/bentuk asimetri
Periksa pakah ukuran dan bentuk pupil kanan-kiri sama, apakah bereaksi terhdap cahaya
Periksa status visual pasien
Palpasi kulit kepala yang mengalami luka
Palpasi adanya benjolan pada tulang wajah, apakah bentuknya simetris/asimetris
Periksa adanya pembengkakan atau perdarahan pada hidung
Periksa adanya luka/perdarahan pada telinga
Periksa status hidrasi/warna mukosa/adanya perdarahan/gigi yang hilang atau edema laring/faring pada langit-langit mulut
3LeherPeriksa adanya pembengkokan pada leher, adanya perdarahan atau luka
Periksa adanya emfisema subkutan/deviasi trakea
Palpasi adanya luka/jejas atau keluhan nyeri pada tulang servikal
4DadaPeriksa adanya benjolan/luka/perdarahan
Periksa naik turunya dinding dada, simetris atau tidak
Periksa adanya penggunaan otot bantu pernapasan
Palpasi adanya benjolan/emfisema subkutis pada struktur dinding dada
Auskultasi suara napas kanan-kiri sama atua tidak adanya suara napas tambahan
Auskultasi suara jantung normal atau tidak
5AbdomenPeriksa adanya luka/distensi abdomen/memar/benda asing yang menancap
Auskultasi bising usus dan gangguan aortik abnormal
Palpasi dan bandingkan denyut di kedua sisi abdomen
Palpasi adanya masa, regiditas, pulasasi pada abdomen
Lakukan perkusi untuk mengidentifikasi adanya cairan/udara
Palpasi hepar untuk menentukan ukuran dan adanya benjolan
Tekan simfisi pubis dan iliaka pelvis, periksa adanya ketidakstabilan/nyeri
6EkstremitasPeriksa dan palpasi adanya benjolan/memas, luka, edema dan perdarahan
Perhatikan adanya bekas luka, nyeri patah tulang
Palpasi dan bandingkan denyut nadi di kedua lengan
Catat perbedaan warna, suhu tubuh, cappillary refil time (CRT), pergerakan dan sensasi
7PunggungJika dicurigai terdapat luka pada punggung psaien, maka balikkan pasien denganc ara log roll
periksa dan palpasi adanya benjolan/memas/nyeri luka
Lakukan pemeriksaan rectal touche (RT) untuk mengidentifikasi darah/pembengkakan prostat/benjolan dan hilangnya refleks sphincter internal

Referensi

  • Diolah dari buku Dewi Kartikawati N. 2011. Buku Ajar Dasar-Dasar Keperawatan Gawat Darurat.