Menilai Gangguan Kesadaran Dengan Metode FOUR Score

Gambar dari UCLA Anderson School of Management

Gustinerz.com | Menilai tingkat kesadaran atau gangguan secara fisiologis di ruangan Intensive Care Unit (ICU) bukanlah sesuatu yang mudah. Teasdale dan Jennet (1974) merancang intrument atau alat ukur mengukur kondisi pasien tidak sadar yang disebut dengan GCS atau Glasgow Coma Scale.

Penggunaan GCS untuk menilai tingkat kesadaran pasien di ruang ICU dirasa kurang tepat, mengingat pasien yang dirawat di ICU tidak sedikit yang terintubasi ETT dan menggunakan ventilator. Sehingga penilaian komponen verbal kurant akurat.

Menyadari kelemahan tersebut, Wijdicks EF, Bamlet WR, Maramattom BV, Manno EM, McCelland RL pada tahun 2005 menerbitkan sebuah skala penilaian kesadaran baru disebut FOUR (Full Outline of Unresponsiveness) Score.



FOUR Score terdiri atas 4 komponen yakni respons mata, respons motorik, refleks batang otak dan pola pernafasan), dengan skor total terdiri atas 16 poin (mulai 0-16).FOUR Score dapat diaplikasikan pada pasien dengan intubasi dan menilai lock-in syndrome dan mendeteksi vegetative state.

Cara Penilaian FOUR Score

Sumber Awal Gambar dari Sematicscholar. Telah disunting oleh Gustinerz

FOUR Score diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan skala penilaian tanda-tanda neurologis yang cepat dan mudah digunakan pada pasien dengan penurunan kesadaran. Kelebihan lain dari FOUR Score adalah tetap dapat digunakan pada pasien dengan gangguan metabolik akut, syok atau kerusakan otak nonstruktural lain karena dapat mendeteksi perubahan kesadaran lebih dini.

Secara umum, nilai FOUR score yang lebih tinggi menghasilkan luaran yang lebih baik. Risiko kematian (mortalitas) tinggi (71%) pada total FOUR score 0-7, risiko sedang (20%) pada total skor 8-14 dan risiko renda (0.8%) pada total skor 15-16.

Sumber:

  • Dewi, R, dkk. 2011. Perbandingan FOUR Score dengan GCS dalam Menentukan Prognostik Pasien Sakit Kritis. Jakarta: Sari Pediatri Vol. 13 No. 3 Oktober 2011.
  • Diolah dari berbagai sumber