Tips Mengurangi Risiko Penularan COVID-19 di Luar Rumah

Gambar: freepik

Tulisan oleh: Nurhaya Nurdin, S.Kep.,Ns.,MN.,MPH (Satgas COVID-19 UNHAS)

Meskipun Pemerintah, Tokoh Agama dan Petugas Kesehatan dengan tegas telah memperingatkan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah selama 14 hari demi mencegah penyebaran COVID-19, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada warga masyarakat yang terpaksa harus tetap berada diluar rumah bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga.

Cukup banyak saya menerima permintaan dari teman-teman yang tetap harus bekerja diluar rumah tentang bagaimana bisa mencegah saat mereka tidak punya pilihan bekerja dari rumah. Oleh karena itu berikut rangkuman saran dan tips untuk mengurangi resiko tertular virus corona yg saya peroleh dan terjemahkan dari berbagai sumber terpercaya:



  1. Sebelum meninggalkan rumah baca doa dan berniat sesuai keyakinan masing-masing utk memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi umat Islam bisa mengamalkan bacaan: Bismillahi tawakkaltu ‘alallah. La hawla wala quwwata illa billah. Atau doa lain yang Anda yakini.
  2. Gunakan masker untuk melindungi diri dari percikan bersin atau batuk. Jika tidak punya masker standar, maka gunakan masker kain atau tissue 2-3 lapis. Lebih bagus lagi jika masker kainnya bisa dimasukkan kertas filter atau lapisan lain sebagai penghalang. Tutorial cara membuatnya bisa di cek di Youtube dengan kata kunci “membuat masker kain dengan filter”. Ingat untuk selalu menjaga kebersihan masker kain dan Cuci dengan sabun setiap hari, keringkan lalu setrika panas sebelum digunakan kembali. Jika menggunakan tissu berlapis, segera ganti jika sudah basah dan buang bekas tisu ketempat sampah tertutup. Jika tempat sampah tertutup tidak ada, bawa sendiri kantong plastik sampah didalam tas.
  3. Gunakan tas yang ringan untuk dibawa-bawa, sehingga tak perlu diletakkan di meja, kursi atau tempat penitipan umum. Isi dengan uang seperlunya, kartu identitas, kantong plastik kecil, tissue kering/basah, hand sanitizer/ sabun cair di botol kecil. Jika memungkinkan ada air utk mencuci tangan, maka sabun lebih baik untuk cuci tangan per 2 jam atau jika tangan sering kontak dengan benda2 semisal uang, kunci, gagang pintu, pegangan tangga/escalator, tombol lift, boncengan motor, handle mobil, tombol keyboard, tombol atm, gagang telpon, keran air toilet, dll.
  4. Jaga jarak aman. Saat bertemu orang lain, berdiri atau duduk dengan jarak lebih dari 1 meter. Sebisa mungkin hindari naik kendaraan umum yang berhempitan atau tidak memungkinkan untuk menjaga jarak aman tersebut. Hindari kerumunan ataupun keramaian. Jika naik kendaraan ojek online, bawa helm sendiri. Jika harus keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok atau hal penting lain, maka cukup dilakukan satu orang. Hindari mengikut sertakan lansia, anak-anak, apalagi bayi karena mereka adalah kelompok resiko tinggi yang mudah tertular.
  5. Hindari penggunaan toilet umum, naik lift ataupun berada diruang kecil yang tertutup. Jika harus berada diruangan tersebut, jaga agar tangan Anda tidak menyentuh terlalu banyak benda atau objek diruangan tersebut. Jikapun harus menyentuh, maka gunakan tisu kering untuk menyentuh dan langsung cuci tangan dengan sabun sampai bersih jika selesai. Untuk menekan tombol lift/ATM/saklar lampu, bisa menggunakan ujung kunci atau pena.
  6. Saat berbelanja dan menerima uang kembalian, minta penjual menghitung uang didepan Anda dan memasukkannya kedalam kantong plastik bening yang bagian mulutnya dibuka. Tutup kantongnya dengan rapat dan jemur dibawah matahari atau setrika uangnya jika tiba dirumah. Jika Anda penjual atau kasir dan harus sering2 menyentuh uang, gunakan sarung tangan plastik sekali pakai saat bertransaksi. Tapi Bukan sarung tangan karet untuk petugas kesehatan lho ya! Itu ada teknik khusus untuk menggunakannya. Salah pakai malah bisa terkena bagian yg kotor
  7. Menjaga jarak aman bukan berarti kita jadi orang yang dingin dan tidak ramah. Tetap bersikap ramah pada pelanggan, teman kerja atau kenalan, namun hindari kontak fisik semisal jabat tangan atau berbicara dengan jarak kurang dari 1 meter. Sebisa mungkin berdiri tidak persis di depan orang lain agar tidak terpercik cairan saat berbicara, batuk/bersin. Bicara yang penting dan seperlunya saja.
  8. Jika bekerja dikantor, gunakan peralatan kerja, alat tulis menulis sendiri. Bawa sajadah dan atau mukena sendiri. Namun jika penggunaan peralatan kerja harus berbagi dengan kolega, maka sering-sering cuci tangan dengan sabun, bukan dengan hand sanitizer.
  9. Bawa bekal makan dan minum sendiri. Jika tidak memungkinkan, bawa peralatan makan sendiri seperti sendok, garpu, botol minuman dan sedotan pribadi. Makanan dari rumah lebih aman, namun jika terpaksa harus beli makanan diluar, pastikan dalam kondisi hangat.
  10. Hindari menyentuh wajah, hidung dan mulut atau menyentuh orang lain jika belum cuci tangan menggunakan sabun.
  11. Perbanyak makan sayur dan buah yang mengandung vitamin C dan E misal: jeruk, apel, alpukat, jambu biji, manggis, mangga, bayam, daun kelor, kacang hijau dll. Vitamin ini berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan virus. Perbanyak juga minum air putih dan air hangat untuk melembabkan saluran nafas dan pencernaan.
  12. Setiba di rumah, jangan langsung masuk rumah atau menyentuh benda-benda apapun didalam rumah. Cuci tangan dengan sabun secara benar dan langsung mandi. Baju yang dipakai dari luar langsung dicuci dengan sabun, jangan digantung! Benda-benda yg dibawa dari luar rumah seperti dompet, uang, kunci, hp, barang belanjaan, diseka dengan cairan sabun/disinfektan atau dijemur dibawah matahari selama 30 menit-1 jam. Pastikan jemurannya tetap diawasi jangan sampai hilang hehehe…. Hindari dulu menyentuh anak-anak atau anggota keluarga yang lain sampai Anda sudah mandi dan benar-benar bersih.
  13. Lakukan hal ini dengan kesadaran penuh dan ingatkan anggota keluarga lainnya untuk melakukan hal yang sama demi kebaikan bersama.

Kita tidak pernah tau kapan, dimana, pada siapa atau benda apa virus tersebut menempel, oleh karena itu menempatkan diri Kita seolah-olah sebagai pembawa virus ke rumah akan lebih baik, sebab Kita akan jadi lebih waspada dan bisa melakukan langkah-langkah pencegahan terbaik yang bisa kita lakukan.

Rangkuman tips ini mungkin masih banyak kekurangan, tapi setidaknya bisa bermanfaat bagi mereka yang menjalankannya.

Ingat, tips ini hanya berlaku bagi mereka yang TERPAKSA harus keluar rumah. Bagaimanapun tinggal menenangkan di rumah adalah tetap yang terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 ini.

Semoga Allah SWT meridhoi apa yang kita kerjakan dan mengampuni segala dosa-dosa Kita semua.
Amin.


Sumber:

  • https://www.facebook.com/nurhaya.nurdin/posts/10156833112206536?__tn__=K-R