5P dalam Mengkaji Cedera Muskuloskeletal

ilustrasi | ©Tailor Made Health

Muskuloskeletal adalah sistem kompleks yang merupakan penunjang bentuk tubuh dan bertanggung jawab terhadap pergerakan melibatkan otot-otot dan kerangka tubuh dan termasuk sendi, ligamen, tendon dan saraf.

Sistem muskuloskeletal adalah organ yang paling sering mengalami cedera. Cedera akut yang disebabkan oleh trauma langusung atau pun cedera kronis yang diakibatkan oleh overuse menyebabkan kerusakan jaringan lunak sistem muskuloskeletal baik pada otot, tendon maupun ligamen.



Sistem muskuloskeletal sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, adanya gangguan atau cedera musculoskeletal sangat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri.

Dalam melakukan pengkajian cedera muskuloskeletal dapat dilakukan dengan metode atau cara 5 P.

5 P Cedera Muskuloskeletal

  • Pain (nyeri): tanyakan ke pasien apakah ia merasa nyeri. Jika ya, kaji lokasi, tingkat keparahan, dan kualitas nyeri.
  • Parestesia: Nilai gangguan fungsi sensorik dengan menyentuh bagian tubuh yang cedera dengan menggunakan ujung peniti yang terbuka. Sensasi yang abnormal atau kehilangan sensasi menunjukkan gangguan di neurovaskular
  • Paralisis: Periksa apakah pasien dapat menggerakkan bagian tubuh yang cedera. Jika tidak, pasien mungkin mengalami kerusakan saraf atau tendon.
  • Pucat: Kulit yang memucat, terjadi perubahan warna, dan teraba dingin pada bagian tubuh yang cedera dapat menujukkan gangguan neurovaskular.
  • Pulsasi: Periksa semua pulsasi nadi distal dari area cedera. Jika pulsasi menurun atau tidak ada, terjadi gangguan aliran darah ke daerah tersebut.

Sumber: