Data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menujukkan fakta. Data dapat berupa angka, huruf, grafik, lambang, tabel, objek, kondisi dan situasi.

Dalam sebuah penelitian terdapat dua sumber data yakni data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan secara langsung dari responden oleh peneliti dengan cara observasi, survey atau hasil percobaan. Data sekunder adalah data yang sebelumnya telah dikumpulkan selain dari penelitian yang sedang dikerjakan.



Pengumpulan data adalah hal vital dalam sebuah penelitian. Mengelola data penelitian tentunya harus sesuai dengan kaidah ilmiah yang digunakan saat ini. Seorang peneliti harus mampu mengelompokkan jenis data yang dikumpulkan menurut skala pengukuran sehingga dapat dengan mudah menentukan jenis statistik yang digunakan dalam megelola data.

Pada proses kuantifikasi, data maupun variabel dapat diklasifikasikan dalam empat jenis skala pengukuran yakni

Skala Nominal

Nominal merupakan skala pengukuran yang paling sederhana. Data ditetapkan atas dasar proses penggolongan, data bersifat membedakan. Angka-angka yang digunakan ini hanyalah sebagai kategori dan tidak mempunyai makna dan tidak bisa dipergunakan untuk perhitungan secara matematis. Misalnya jenis kelamin laki-laki dan perempuan, agama, dll.

Skala Ordinal

Data yang disusun atas dasar jenjang dalam atribut tertentu. Skala ini didasarkan pada ranking. Skala pengukuran ordinal ini digunakan dalam menentukan ranking suatu kelompok tertentu. Dalam ranking ini hanya dipertimbangkan urutan obyek dari hasil yang paling besar sampai yang paling kecil atau dari yang paling tinggi hingga paling rendah. Misalnya dalam pengetahuan klien tentang covid-19 (1=kurang, 2= cukup, 3= baik). Untuk mempermudah dalam mengkategori peringkat dalam penelitian biasanya dituliskan dalam presentasi

Skala Interval

Skala ini menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama. Dalam skala interval hubungan tata urutan dan jarak antara angka-angkat itu mempunyai arti. Skala interval sudah memiliki nilai intrinsik, sudah memiliki jarak, tetapi jarak tersebut belum merupakan kelipatan (skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak). Misalnya pengukuran suhu badan dapat membentuk variabel interval jika tiga buah objek A, B, dan C berturut-turut memberikan suhu dengan skala interval. Skala interval ini sudah benar-benar angka dan sudah dapat menerapkan semua operasi matematika serta peralatan statistik.

Skala Rasio

Skala rasio hampir sama dengan skala interval yang membedakannya adalah skala pengukuran rasio memiliki nilai nol mutlak dan jarak yang sama sedangkan interval tidak. Nilai nol mutlak ini artinya adalah nilai dasar yang tidak bisa diubah meskipun menggunakan skala yang lain. Pengukuran dari skala rasio misalnya tinggi dan berat badan. Misalnya berat benda A adalah 60 kg, sedangkan benda B adalah 90 kg, maka dapat dikatakan bahwa benda B dua kali lebih berat dibandingkan benda A. Contoh lainnya adalah umur, adar glukosa darah puasa, kadar oksigen, dan sebagainya.

Dengan mengetahui perbedaan skala pengukuran tersebut, maka kita dapat menentukan uji statistik dengan tepat. Skala data merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan uji statistik.


Sumber: