Latihan Genggam Bola Pada Pasien Stroke

ilustrasi | ©BraceAbility

Stroke masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita hingga saat ini. Stroke sendiri dapat diklasifikasi menjadi 2 yakni Stroke Non Hemoragik (SNH) adanya sumbatan dalam pembuluh darah di otak dan Stroke Hemoregik (SH) pecahnya pembuluh darah otak. Seorang penderita pasca stroke berisiko tinggi mengalami kecatatan fisik, salah satunya adalah kelemahan pada sebagian organ tubuh.

Kelemahan pada salah satu sisi tubuh atau hemiparesis pastinya dapat membuat penderita mengalami keterbatasan fisik yang secara langsung dapat membuat pemenuhan kebutuhan sehari-hari terganggu, hal ini jika dibiarkan akan membuat keadaan lebih parah, untuk itu perlu dilakukan terapi agar fungsi organ yang mengalami gangguan dapat berfungsi kembali atau setidaknya dapat mencegah keadaan yang lebih parah bagi penderita.



Salah satu terapi non farmakologi yang bisa diberikan pada penderita stroke adalah latihan fisik berupa genggam bola (Ball Grasping Therapy). Latihan genggam bola karet bertujuan untuk menstimulasi motorik pada tangan dengan cara menggenggam bola. Latihan menggenggam bola dengan tekstur yang lentur dan halus dapat merangsang serat-serat otot untuk berkontraksi. Adanya kontraksi otot tangan akan membuat otot tangan menjadi lebih kuat karena terjadi kontraksi yang dihasilkan oleh peningkatan motorik unit yang diproduksi asetilcholin (zat kimia yang dilepaskan oleh neuron motorik sistem saraf untuk mengaktifkan otot).

Tata cara latihan genggam bola karet

  1. Sebelum melakukan terapi baiknya dianjurkan penderita untuk pemanasan berupa menggerakan siku mendekati lengan atas (fleksi), meluruskan kembali lengan atas (ekstensi).
  2. Ball grip (wrist up): Pegang bola di telapak tangan. Buka tangan sehingga menghadap ke atas. Genggang kuat bola di telapak tangan tahan dan rileks. Ulangi kembali.
  3. Ball grip (wrist down): Pegang bola di telapak tangan. Balikkan tangan sehingga menghadap ke bawah. Remas bola di telapak tangan. Tahan dan rileks. Ulangi kembali.
  4. Pinch: Tempatkan bola di antara ibu jari dan jari telunjuk. Remas bersama. Tahan dan rileks
  5. Thumb extend: Tempatkan bola di antara ibu jari yang tertekuk dan dua jari di tangan yang sama. Menggulirkan bola, rentangkan dan luruskan ibu jari.
  6. Opposition: Tempatkan bola di telapak tangan. Pertahankan antra ibu jari dan jari saat sedang berlatih. Rapatkan ibu jari dan jari. Pegang dan rilekskan tangan.
  7. Extend out: Tempatkan bola di atas meja. Letakkan ujung jari di atas bola. Gulung bola ke luar di atas meja.
  8. Side-Squeeze: Tempatkan bola di antara dua jari mana pun. Rapatkan kedua jari tersebut. Tahan dan rileks
  9. Finger bend: Letakkan bola di telapak tangan dengan jari ditekan ke dalam bola. Dorong jari ke dalam bola saat anda menukuk jari. Tahan lalu rileks

Beberapa penelitian, menunjukan bahwa terapi menggenggam bola karet dapat mengatasi masalah hambatan mobilitas fisik yakni terjadi kekuatan otot pada pasien stroke. Penelitian dari Aziza dan Wahyuningsih didapatkan setelah dilakukan terapi latihan genggam bola terjadi peningkatan skala kekuatan otot pasien stroke dari skala 1 menjadi skala 3.

Latihan Genggam Bola | ©Ar Breeze

Sumber: