ilustrasi perawat saat berkomunikasi dengan pasien | NUH

Nyeri merupakan salah satu keluhan yang sering ditemukan pada pasien/klien saat masuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain. Nyeri merupakan sebuah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan. Timbulnya nyeri berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan yang bersifat subjektif.

Pada umumnya nyeri dibedakan menjadi dua yakni nyeri akut dan nyeri kronik. Nyeri akut terjadi secara tiba-tiba (cidera spesifik) yang biasanya dirasakan kurang dari 3-6 bulan, sementara nyeri kronik bersifat konstan atau intermiten yang menetap suatu periode waktu yang terjadi lebih dari 3 atau 6 bulan.3



Pemberi layanan kesehatan pada pasien di rumah sakit (dokter/perawat) harus bisa menilai atau mengkaji nyeri guna pemberian terapi yang tepat. Pengkajian nyeri sejatinya terdiri dari 2 pengkajian secara subjektif dan pengkajian secara objektif. Berikut ini alat ukur/instrumen dalam pengkajian nyeri yang telah diteliti dan dapat digunakan untuk pengkajian nyeri.

Baca juga:

Pengkajian nyeri subjektif dapat digunakan pada pasien yang sadar. Berikut beberapa instrumen yang dapat digunakan:

  1. NRS (Numeric Ratting Scale): cara mengkaji nyeri secara subjektif yang sering digunakan. Metode yang digunakan adalah angka 0-10, dengan menggunakan NRS kita dapat menentukan tingkat/derajat nyeri pasien dimana 0 (tidak ada nyeri), 1-4 (nyeri ringan), 5-6 (nyeri sedang), 7-10 (nyeri berat).
  2. VAS (Visual Analog Scale): Skala berupa garis lurus yang panjangnya 10 cm, dengan deskripsi pada masing-masing angkanya. <4 (nyeri ringan), 4-7 (nyeri sedang) dan 7-19 (nyeri berat).
  3. Wong-Baker Faces Pain Scale: Instrumen pengkajian nyeri ini biasanya digunakan pada pasien anak-anak kurang dari 12 tahun. Pengkajian nyeri dipusatkan pada ekspresi wajah yang terdiri dari enam animasi wajah, dari ekspresi tersenyum, kurang bahagia, sedih, dan wajah penuh air mata (rasa sakit yang paling buruk).

Pengkajian nyeri objektif dapat digunakan pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran (terintubasi)

  1. Nonverbal Adult Pain Scale (NVPS): Instrumen ini dapat digunakan pada pasien dewasa yang mengalami penurunan kesadaran (terintubasi dan tersedasi). NVPS terdiri dari 3 indikator perilaku dan fisiologi (tekanan darah, denyut jantung, respiratory rate, kulit). Perhatikan gambar di bawah untuk memahami bagaimana penilaian nyeri dengan NVPS
  2. FLACC Scale: Pengkajian nyeri yang terdiri dari item wajah, kaki, aktivitas, tangisan, dan kenyamanan. Instrumen ini dapat digunakan pada orang dewasa yang mengalami gangguan komunikasi verbal. Hasil FLACC dapat ditentukan dengan skor 0 (nyaman), 1-3 (ringan), 4-6 (sedang) dan 7-10 (berat).
  3. Comfort Scale: Instrumen ini sangat cocok digunakan dalam mengkaji tingkat distres psikologis pada pasien kritis anak-anak di bawah usia 18 tahun dan juga pada pasien dewasa yang terpasang ventilator. Comfort scale terdiri dari 8 item indikator penilaian yakni kewaspadaan, ketenangan, respon pernapasan, gerakan fisik, ketegangan wajah, gerakan otot, tekanan darah dan denyut nadi. Hasil penilaian terdiri dari 1-5, dimana 1 merupakan tidak berespon dan 5 paling tidak nyaman. Perhatikan gambar dibawah ini
  4. Behavior Pain Scale (BPS) adalah instrumen pengkajian nyeri pada pasien kritis. BPS terdiri dari tiga item penilaian yakni ekspresi wajah, pergerakan bibir atas dan komplians terhadap ventilator. Setiap item tersebut memiliki 1-4 skor. Jika ditemukan hasil <3 menandakan tidak nyeri, sementara jika skor 12 (sangat nyeri).
  5. CRIES Scale: Pengkajian nyeri dengan melihat adanya tangisan, oksigenasi, vital signs, ekspresi wajah dan tidur (sleepless).
  6. Critical-Care Pain Observasion Tool (CPOT) merupakan instrumen pengkajian nyeri yang terdiri dari 4 item penilaian yakni ekspresi wajah, pergerakan badan, tegangan otot dan keteraturan dengan ventilator (pasien terintubasi) dan tidak terintubasi. Total skor CPOT adalah 8 (semakin tinggi skor yang didapat mengindikasikan tingkat nyeri yang dialami pasien).

Baca juga:

Nyeri saat ini telah menjadi komponen penilaian tanda vital saat pasien masuk rumah sakit, sehingga pengkajian nyeri oleh seorang tenaga kesehatan harus tepat dengan menggunakan instrumen alat ukur yang tepat pula.


Sumber:

  • https://www.verywellhealth.com/pain-scales-assessment-tools-4020329
  • Mini riset Rahman Syarif dengan Judul Perbedaan pengkajian nyeri comfort scale dan CPOT pada pasien kritis di ICU
  • Diolah dari berbagai sumber onlien lainnya.