Pemeriksaan fisik bayi baru lahir merupakan suatu metode untuk menentukan usia gestasi yang akurat dengan menilai maturitas fisik dan neuromuskularitas bayi. Penilaian ini dapat menggunakan metode Ballard Score.  Ballard Score dikembangkan oleh Dr. Jeanne L. Ballard untuk menentukan usia gestasi bayi baru lahir melalui penilaian neuromuskular dan fisik.

Penilaian neuromuskular meliputi postur, square window, arm recoil, sudut popliteal, scarf sign dan heel to ear maneuver, sedangkan penilaian fisik dapat diamati melalui kulit, lanugo, permukaan plantar, payudara, mata/telinga dan genitalia.



Pemeriksaan maturasi fisik dapat dilakukan segera pasca stabilisasi atau dalam 24 jam pertama sebelum terjadi penurunan berat badan, sementara pemeriksaan maturitas neurologis bayi sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu 18-24 jam pasca lahir.

Penilaian maturitas neuromuskular

©msdmanuals

  1. Postur: Tonus otot tubuh tercermin dalam postur tubuh bayi saat istirahat dan adanya tahanan saat otot diregangkan. Pada bayi prematur tonus pasif ekstensor tidak mendapat perlawanan, sedangkan pada bayi yang mendekati matur menunjukkan perlawanan tonus fleksi pasif yang progresif.
  2. Square window: pemeriksa meluruskan jari-jari bayi dan menekan punggung tangan dekat dengan jari-jari dengan lembut. Fleksibilitas pergelangan tangan dan atau tahanan terhadap peregangan ekstensor memberikan hasil sudut fleksi pada pergelangan tangan.
  3. Arm recoil: Dievaluasi pada saat bayi terlentang. Pegang kedua tangan bayi, fleksikan lengan bagian bawah sejauh mungkin dalam 5 detik, lalu rentangkan kedua lengan dan lepaskan. Amati reaksi bayi saat lengan dilepaskan.
    • Skor 0: tangan tetap terentang/gerakan acak.
    • Skor 1: fleksi parsial 140-180 derajat
    • Skor 2: felski parsial 110-140 derajat
    • Skor 3: fleksi parsial 90-100 derjat
    • Skor 4: kembali ke fleksi penuh.
  4. Popliteal Angle: bayi berbaring terlentang, tanpa popok, paha ditempatkan lembut di perut bayi dengan lutut tertekuk penuh. Setelah bayi rileks dalam posisi ini, pemeriksa memegang kaki satu sisi dengan lembut dengan satu tangan sementara mendukung sisi paha dengan tangan yang lain. Jangan memberikan tekanan pada paha belakang. Kaki bayi diekstensikan sampai terdapat resistensi pasti terhadap ekstensi. Ukur sudut yang terbentuk antara paha dan betis di daerah popliteal. Pastikan pemeriksa harus menunggu sampai bayi berhenti menendang secara aktif sebelum melakukan ekstensi kaki.
  5. Scarf sign: Manuver ini menguji tonus pasif fleksor gelang bahu. Bayi berbaring terlentang, pemeriksa mengarahkan kepala bayi ke garis tengah tubuh dan mendorong tangan bayi melalui dada bagian atas dengan satu tangan dan ibu jari dari tangan sisi lain pemeriksa diletakkan pada siku bayi. Amati posisi siku pada dada bayi.
    • Skor -1: penuh pada tingkat leher
    • Skor 0: garis aksila kontralateral
    • Skor 1: kontralateral baris puting
    • Skor 2: prosesu xypohid
    • Skor 3: garis puting ipsilateral
    • Skor 4: garis aksila ipsilateral.
  6. Heel to Ear: Manuver ini menilai tonus pasif ototo fleksor pada gelang panggul. Dengan posisi bayi terlentang lalu pegang kaki bayi dengan ibu jari dan telunjuk, tarik sedekat mungkin dengan kepala tanpa memaksa, pertahankan panggul pada permukaan meja periksa dan amati jarak antara kaki dan kepala serta tingkat ekstensi lutut. Resistensi tumit ketika berada pada atau dekat telinga (-1), hidung (0), dagu (1), puting barus (2), daerah pusar (3), dan lipatan femoralis (4).

Baca juga: