ilustrasi | Good Shepherd Penn Partners

Stroke adalah penyakit pada pembuluh darah otak. Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang atau terhambat karena hal-hal tertentu yang berakibat berkurangnya kadar oksigen dalam sel-sel otak secara mendadak. Kekurangan oksigen dapat membuat sel-sel otak rusak dan kehilangan fungsinya.

Berdasarkan penyebabnya stroke dibagi menjadi dua jenis utama yakni stroke iskemik yang disebabkan trombosis serebral (gumpalan darah yang terbentuk didalam pembuluh darah otak) dan stroke hemoragik yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di dalam otak.

Stroke dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya riwayat stroke pada keluarga, usia (>55 tahun), tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, diabetes melitus, obesitas, penyakit kardiovaskular, dan alkohol. Seseorang mengalami stroke dapat dilihat dari gejala-gejala yang ditimbulkan.



Gangguan/gejala khusus stroke

  1. Hemiparesis dan hemiplagia: kelemahan pada sebagian atau seluruh misalnya pada tungkai, lengan, wajah, dan lidah.
  2. Afasia: penurunan berkomunikasi (berbicara, membaca, menulis).
  3. Disartria: kondisi artikulasi yang diucapkan tidak sempurna.
  4. Disfagia: gangguan fungsi menelan.
  5. Apraksia: kondisi dimana tidak bisa lagi melakuakn gerakan ketika diminta untuk melakukannya.
  6. Perubahan penglihatan: penglihatan merupakan salah satu yang dikontrol oleh otak.
  7. Hemianopia homonimus: hanya bisa melihat setengah dari penglihatan normal, penglihatan menghilang pada setengah bagian yang sama dari lapang pandang.
  8. Sindrom horner: tenggelamnya ptosis bagian atas kelopak mata, pupil mengecil, air mata berkurang, bagian bawah kelopak mata sedikit terangkat.
  9. Agnosia:gangguan kemampuan mengenali benda melalui indra (pendengaran dan penglihatan).
  10. Negleksi Unilateral: Ketidakmampuan seseorang saat merespon stimulus yang ada di bagian kontralateral dari bagian infrak serebral.
  11. Penurunan sensorik: pada bagian sisi kontralateral tubuh mengalami penurunan dan biasanya disertai dengan hemiparesis atau hemiplegia.
  12. Perubahan perilaku: pasca stroke seseorang dapat mengalami perubahan perilaku.
  13. Inkonsitnensia: disfungsi pada sistem perkemihan dan pencernaan akibat dari stroke.

Cara mencegah stroke

  1. Kendalikan tekanan darah dengan cara merubah gaya hidup (kurangi asupan natrium dari makanan, rendah lemak, tinggi serat, berat badan normal, berolahraga, dan berhenti konsumsi alkohol serta berhenti merokok.
  2. Mengendalikan diabetes melitus
  3. Menurunkan kadar kolesterol melalui pola makan dan olahraga
  4. Manajemen stress.

Sumber:

  • STROKE / Indonesian. 2016. Hospital Authority
  • Dihimpun dari berbagai sumber online.