Musik Klasik Baroque Dapat Menurunkan Tekanan Darah

Gambar dari sites.bu.edu

Gustinerz.com | Tekanan darah adalah tekanan dari darah yang dipompa oleh jantung terhadap dinding arteri. Tekanan darah diukur dalam satuan milimeter merkury (mmHg) dan direkam dalam dua angka, yaitutekanan sistolik (ketika jantung berdetak) terhadap tekanan diastolik (ketika jantung relaksasi).

Penyakit hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi sering tidak menunukan gejala atau gangguan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga baru disadari bila telah menyebabkan gangguan organ seperti fungsi jantung dan stroke. 74% gagal jantung mengidap hipertensi.

Hipertensi sebagai penyakit The Sillent Killer biasanya menunjukkan gejala non-spesifik selama bertahun-tahun, sampai terjadi kerusakan organ target penyakit serebrovaskuler yaitu stroke, penyakit vaskuler, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal yakni kerusakan renovaskular dan kerusakan glomerulus. Tekanan darah tinggi (hipertensi) jika tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dan tekanan darah rendah (hipotensi) tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.



Penatalaksanaan hipertensi meliputi farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis atau alternatif komplementer adalah terapi musik klasik baroque. Musik klasik adalah komposisi musik yang lahir dari budaya eropa sekitar tahun 1750-1825. Pada era ini nama-nama besar seperti Bach, Mozart dan Haydn melahirkan karyanya yang berupa sonata, simfoni, konserto solo, string kuartet, hingga opera.

halaman berikutnya