Klasifikasi, Jenis dan Komponen Diagnosis Keperawatan

Gambar dari Duquesne's Online Nursing

Gustinerz.com | Diagnosis keperawatan merupakan suatu penilaian klinis mengenai respons klien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya baik yang berlangsung aktual maupun potensial. International Nurses Council Clasification for Nursing Practice (ICNP) membagi diagnosis keperawatan menjadi lima kategori yaitu fisiologis, psikologis, perilaku, relasional dan lingkungan.

Klasifikasi Diagnosis Keperawatan (ICNP)

  1. Fisiologis
    • Respirasi
    • Sirkulasi
    • Nutrisi dan cairan
    • Eliminasi
    • Aktivitas dan Istirahat
    • Neurosensori
    • Reproduksi dan seksualitas
  2. Psikologis
    • Nyeri dan kenyamanan
    • integritas ego
    • pertumbuhan dan perkembangan
  3. Perilaku
    • Kebersihan diri
    • penyuluhan dan pembelajaran
  4. Relasional
    • interaksi sosial
  5. Lingkungan
    • keamanan dan proteksi

Jenis Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan dibagi menjadi dua jenis yaitu diagnosis negatif (klien dalam  kondisi sakit atau beresioko mengalami sakit) dan diagnosis positif (klien dalam kondisi sehat dan dapat mencapai kondisi yang lebih sehat atau optimal. 



Diagnosis negatif terdiri dari diagnosis aktual dan diagnosis risiko, sedangkan diagnosis positif yang biasa disebut dengan diagnosis promosi kesehatan.

  1. Diagnosis aktual: menggambarkan respons klien terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupannya yang menyebabkan kline mengalami masalah kesehatan.
  2. Diagnosis risiko: menggambarkan respons klien terahdap kondisi kesehatan atau proses kehidupannya yang dapat menyebabkan klien berisiko mengalami masalah kesehatan.
  3. Diagnosis promosi kesehatan: menggambarkan adanya keinginan dan motivasi klien untuk meningkatkan kondisi kesehatannya ke tingkat yang lebih baik atau optimal.

Komponen Diagnosis Keperawatan

  1. Masalah (problem): label diagnosis keperawatan yang menggambarkan inti dari respons klien terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupannya, yang terdiri dari deskriptor atau penjelasan (fokus diagnostik). Deskriptor merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana suatu fokus diagnosis terjadi.

Deskriptor

Fokus Diagnostik
Tidak efektifBersihan jalan napas
GangguanPertukaran gas
PenurunanCurah jantung
IntoleransiAktivitas
DeficitPengetahuan

2. Indikator Diagnostik

Indikator diagnostik terdiri atas penyebab, tanda dan gejala, dan faktor risiko.

  • Penyebab (etiology) merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan status kesehatan.
  • Tanda (sign) dan gejala (symptom) merupakan data objektif yang diperoleh dari hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan objektif yang diperoleh dari hasil pemeriksaan fisik, laboratorium dan prosedur diagnostik, sedangkan gejala data objektif yang diperoleh dari hasil anamnesis.
  • Faktor risiko merupakan kondisi atau situasi yang dapat meningkatkan kerentanan klien mengalami masalah kesehatan.

Sumber: Dihimpun dari Buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) edisi 1 cetakan III tahun 2017.