Luka dekubitus merupakan salah satu masalah yang sering ditemukan pada pasien yang sedang dalam perawatan di rumah sakit (khususnya di ruang intensif/kritis). Dekubitus (luka tekan) terjadi karena adanya tekanan yang lama dan mengalami gesekan pada tubuh pasien yang mengalami tekanan biasanya pada daerah bokong.

Dekubitus sangat berbahaya dan perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan. Adanya angka kejadian luka dekubitus pada pasien di rumah mengindikasikan pelayanan yang kurang optimal diberikan oleh rumah sakit.



Mencegah pasien mengalami dekubitus adalah wajib dilakukan oleh pemberi layanan kesehatan (dokter/perawat/bidan) pada pasien yang sedang dirawat. Petugas kesehatan haru bisa menilai tingkat risiko terjadinya dekubitus pada pasien. Salah satu instrumen yang digunakan untuk menilai tingkat risiko terjadinya dekubitus dengan menggunakan Skala Norton.

Skala norton merupakan instrumen yang dikhususkan untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami dekubitus. Skala Norton dikembangkan sejak tahun 1960-an di Inggris. Instrumen ini terdiri dari lima komponen yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya dekubitus yakni kondisi fisik dan mental, aktivitas dan tingkat mobilitas serta adanya inkontinensia.

SKALA NORTON

Totaol skor pada Nortono adalah 20. Jika ditemukan skor dibawah 10 menunjukkan risiko yang sangat tinggi, sementara skor antara 10-14 indikasi terjadinya risiko tinggi dekubitus. Skor 14-18 menunjukkan risiko sedang dan skor diatas 18 menunjukan memiliki risiko rendah terjadinya dekubitus.

SKOR SKALA NORTON


Sumber:

  • https://www.ahrq.gov/patient-safety/settings/hospital/resource/pressureulcer/tool/pu7b.html
  • https://www.mdapp.co/norton-score-for-pressure-ulcer-risk-calculator-235/