Prinsip Keperawatan Holistik dalam Terapi Komplementer

Gambar dari NursingCE

 Intervensi komplementer berkembang di tingkat pencegahan primer, sekunder, tersier dan dapat dilakukan di tingkat individu maupun kelompok. National Cener for Complementary/Alternative Medicine (NCCAM) membuat klasifikasi dari berbagai terapi dan sistem pelyanan dalam lima kategori, yakni;

  1. mind-body therapy: intervensi dengan teknik untuk memfasilitasi kapasitas berpikir yang mempengaruhi gejala fisik dan fungsi berpikir yang mempengaruhi fisik dan fungsi tubuh (imagery, yogo, terapi musik, berdoa, journaling, biofeedback, humor, tai chi, dan hypnoterapy).
  2. Alternatif sistem pelyanan yaitu sistem pelayanan kesehatan yang mengembangkan pendekatan pelayanan biomedis (cundarismo, homeopathy, nautraphaty)
  3. Terapi biologis yaitu natural dan praktik biologis dan hasil-hasilya misalnya herbal, dan makanan
  4. Terapi manipulatif dan sistem tubuh (didasari oleh manupulasi dan pergerakan tubuh misalnya kiropraksi, macam-macam pijat, rolfiing, terapi cahaya dan warna, serta hidroterapi.
  5. Terapi energi: terapi yang berfokus pada energi tubuh (biofields) atau mendapatkan enegeri dari luat tubuh (terapetik sentuhan, pengobatan sentuhan, reiki, external qi gong magnet) terapi ini kombinasi antar energi dan bioelektromagnetik.

Teori-teri keperawatan diatas menjelaskan penting perawat memberikan asuhan keperawatan secara holistik untuk kesembuhan klien atau memenuhi kebutuhan dasar klien.

Penerapan terapi komplementer dan alternatif dalam asuhan keperawatan yang holistik harus didukung oleh pengetahuan atau kompetensi perawat. Misalnya terapi hipnocaring (yang memerlukan kiat atau metode khusus untuk dimanfaatkan dalam proses kesembuhan klien).

Tugas perawat dalam pemberian asuhan keperawatan yang meliputi proses pengkajian, diagnosa, intervensi, penatalaksanaan, dan evaluasi. Pada proses intervensi perawat bisa memilih beragam intervensi komplementer dan altenatif yang bisa digunakan dalam proses penyembuhan klien. Salah satu contoh penerapan terapi komplementer pada klien adalah menurunkan kecemasan dengan terapi hipnocaring (yang sudah diteliti memiliki efektifitas dalam menurunkan berbagaia macam gangguna psikososial yang berdampak pada sisitem tubuh lainya. << Beranda