Yuk Belajar Tentang Epidemiologi, Simak Penjelasannya!

ilustrasi | ©Merck KGaA
Tulisan oleh: Mar'atuljannah Una (Mahasiswa)

Pemahaman terhadap konsep penyakit dan upaya-upaya pengendaliannya ternyata mempunyai akar sejarah yang panjang, sejalan dengan peradaban umat manusia. Pemahaman terhadap variasi konsep penyakit dapat memperluas suatu pemahaman dalam menanggapi berbagai perbedaan pandangan tentang masalah kesehatan yang terjadi di sekeliling kita.

Konsep tentang penyakit dipengaruhi oleh tingkatan perkembangan ilmu pengetahuan pada
setiap periode peradaban manusia. Pada masyarakat primitif yang masih steril dari pengaruh-pengaruh ilmu pengetahuan, konsep penyakit yang disusun tidak bisa dijelaskan secara rasional. Pengaruh kepercayaan ternyata yang lebih menonjol, menyebabkan ditampilkannya konsep supranatural, yaitu sesuatu yang dipercaya tetapi tidak mampu dijelaskan oleh alam pikir manusia serta tidak pula dapat dikendalikan oleh kekuatan manusia.



Sebelum lahirnya tokoh epidemiologi, masyarakat primitive sangat tergantung dengan kekuatan alam, karena mereka pada waktu itu tidak mempunyai kemampuan mengungkap misteri kehidupan, mereka menganggap kejadian yang menimpa mereka adalah sebagai akibat dari perbuatan mereka sendiri, roh leluhurnya marah sehingga mereka mencegah supaya roh para leluhurnya tidak murka dengan cara menjaga hubungan baik, menghambakan diri terhadap kekuatan supranatural seperti memberikan sesaji.

Ilmu epidemiologi pun lahir dari asumsi bahwa penyakit pada populasi manusia tidak terjadi dan tersebar begitu saja secara acak, namun ada faktor penyebab dan upaya preventif yang dapat dilakukan. Perkembangan ilmu epidemiologi tidak terlepas dari tokoh-tokoh yang berjasa besar terkait epidemiologi, di antaranya adalah:

Hippocrates (460-377)

Hippocrates merupakan ahlu epidemiologi pertama di dunia karena dialah yang pertama mengajukan konsep analisis kejadian penyakit secara rasional dan juga memperkenalkan istilah epidemic dan endemic. Hippocrates mengemukakakan beberapa teori yaitu penyakit terjadi karena adanya kontak dengan jasad hidup, penyakit berkaitan dengan lingkungan eksternal maupun internal seseorang.

Galen (129-199)

Galen adalah seorang dokter bedah dari Italia yang menyempurnakan teori Hippocrates dengan menambah procatartic factor dan temperament yang mempengaruhi kesehatan penyakit. Galen menjelaskan procatartic factor merupakan gaya hidup seseorang dan temperament merupakan sifat seseorang menyikapi suatu objek. Galen menulis dalam teorinya, sakit disebabkan selain ketidakseimbangan unsure tubuh (teori Hippocrates) juga disebabkan faktor gaya hidup dan temperament atau sifat pribadi, mempunyai hubungan terjadinya kerentanan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Percival Pott (1713-1788)

Percival Pott melakukan pendekatan epidemiologis dalam menganalisis tingginya kejadian kanker skrotum di kalangan pekerja pembersih cerobong asap, analisis epidemiologinya, berhasil menemukan bahwa tar yang terdapat pada cerobong asap itulah menjadi penyebabnya. Dia dianggap sebagai bapak epidemiologi modern.