Mengelola Stres dengan Metode Freeze-Frame

Gambar: eatthis

Mengalami stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan manusia, bahkan sebagian besar manusia moderen menganggap stres menjadi bagian kehidupan saat ini, hal ini karena stres keadaan yang tidak bisa terelakan bisa terjadi di lingkungan keluarga, kerja, sekolah atau dimanapun manusia berada.

Stres memang tidak bisa dihindari, akan tetapi keadaan ini dapat berdampak pada masalah kesehatan misalnya kondisi fisik dan mentalnya. Misalnya stres dapat berakibat adanya peningkatan tekanan darah (hipertensi), dapat berakibat depresi, sakit kepala, diare, dll. Untuk itu setiap individu perlu melakukan pengelolaan stres yang baik.



Manajemen stres menggunakan metode freeze-frame

Teknik freeze-frame dapat membantu anda dalam menurunkan emosi dan memperlembat reaksi mental, dengan teknik ini dapat membuat seseorang lebih dapat mengendalikan emosi. Untuk menggunakan teknik ini terdapat 5 tahapan yakni:

  1. Kenali perasaan penuh tekanan
  2. Buatlah usaha nyata untuk mengalihakn fokus dari pikiran-pikiran yang berpacu atau emosi yang terganggu ke daerah-daerah disekitar jantung.
  3. Ingatlah selalu suatu persoalan yang positif dan menyenangkan atau saat-saat dalam hidup yang dapat membangkitkan perasaan positif serta berusahalah untuk mengulanginya lagi.
  4. Menggunakan intuisi, pikiran yang sehat dan kesungguhan, tanyakan pada diri sendiri respon apa yang lebih efisien terhadap situasi yang dapat meminimalkan ketegangan yang timbul.
  5. Dengarkan apa yang dikatakan hati sebagai jawaban.

Mengatasi Stres (Jere Yates)

Ahli terkenal Jere Yates mengemukakan aturan yang harus diikuti dalam mengatasi stres yaitu:

  • Pertahankan kesehatan tubuh sebaik mungkin, usahakan berbagai cara agar tidak jatuh sakit.
  • Terimalah diri sendiri apa adanya, segala kekurangan dan kelebihan, kegagalan maupun keberhasilan sebagai bagian dari kehidupan diri.
  • Tetap memelihara hubungan¬† sosial dengan orang-orang diluar lingkungan pekerjaan, misalnya dengan tetangga atau kerabat dekat.
  • Lakukan tindakan konstruktif dalam mengatasi sumber stres dalam pekerjaan, misalnya segera mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan.
  • Tetaplah memelihara hubungan persahabatan yang baik dengan seseorang yang dianggap paling bisa diajak curhat. Lakukan tindakan positif dalam mengatasi sumber stres dalam pekerjaan
  • Berusahalah mempertahankan aktivitas yang kreatif diluar pekerjaan, misalnya berolahraga dan rekreasi.
  • Melibatkan diri dalam pekerjaan-pekerjaan yang berguna.

Referensi:

  • Nasib Tua Lumban Gaol dalam Buletin Psikologi dengan judul Teori Stress: Stimulasi, Respons, dan Transaksional.
  • AIPNI, 2018. siNERSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *