Gustinerz.com | Tepat tanggal 12 Mei perawat diseluruh dunia merayakan International Nurses Day / Hari Perawat Sedunia. Peringatan hari perawat sedunia ini diperingat dengan berbagai macam kegiatan diantaranya seminar/workshop keperawatan, pengabdian masyarakat oleh perawat, dan pelayanan kesehatan lainya yang dilakukan oleh perawat untuk dapat membantu masyrakat. Pertanyaannya ada apa dengan tanggal 12 Mei sehingga dijadikan hari perawat sedunia?.

12 Mei merupakan hari kelahiran salah seorang perawat yang memiliki dedikasi dan subangsi penting yang menjadi awal perkembangan dunia keperawatan modern dia adalah Florence Nightingale.

Florence Nightingale lahir di Firenze, Italia pada tanggal 12 Mei 1820 dan dibesarkan dalam keluarga yang berada. Namanya diambil dari kota tempat ia dilahirkan. Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris (Wikipedia).



Nightingale pada usia 31 tahun membulatkan tekadnya untuk mengabdikan diri dalam dunia keperawatan. Hal ini tentunya mendapat penolakan dari keluarganya karena pada masa itu stigma terhadap profesi perawat adalah pekerjaan yang hina. Tetapi hal ini tidak membuat Nigtingale lantas menyerah, ia tetap teguh dengan pendiriannya, sehingga memutuskan untuk belajar merawat di Jerman (saat itu perawat dijerman mendapat pendidikan yang lebih baik).

Jasa yang sampai saat ini diingat dari Nightingale adalah pengabdiannya yang tulus dalam merawat para korban perang Krimenia ( Tentara Inggris bersama tentara Perancis berhadapan dengan tentara Rusia). Korban-korban perang saat itu tidak mendapat perawatan dan meninggal bukan karena bom atau tertembak namun meninggal karena luka/penyakit yang dideritanya karena tidak ada yang merawat. Hal inilah yang membuat Nigtingale terpanggil dan menawarkan dirinya untuk menjadi relawan (perawat) dalam membantu korban perang saat itu.

Dalam misi kemanusiaan pada perang Krimenia itu Nigtingale melihat banyaknya prajurit yang bergelimpangan dimana saja dan lingkungan yang sangat parah, dimana banyak potongan-potongan tubuh manusia hanya diletakan dijendela dan bau rumah sakit yang sangat tidak enak. Florence melakukan perubahan-perubahan penting. Ia mengatur tempat-tempat tidur para penderita di dalam rumah sakit, dan menyusun tempat para penderita yang bergelimpangan di luar rumah sakit. Perawatan dilakukan dengan cermat; perban diganti secara berkala, obat diberikan pada waktunya, lantai rumah sakit dipel setiap hari, meja kursi dibersihkan, baju-baju kotor dicuci dengan mengerahkan tenaga bantuan dari penduduk setempat.

Florence Nightingale percaya bahwa lingkungan yang kotor dapat mempengaruhi masa perawatan, sehingga ia aktif mengkapanyekan kebersihan lingkungan. Filosofi teori Nightingale terkait dunia keperawatan yang berfokus pada lingkungan masih diajarkan dan menjadi referensi institusi keperawatan diseluruh dunia hingga saat ini.

Florence Nightingale dijuluki sebagai bidadari berlampu (the lady with the lamp) hal ini karena pada Nightingale tetap melakukan perawatan dimalam hari yang gelap gulita pada masa perang Krimenia, Nightingale hanya berbekal sebuah Lentera untuk berkeliling melihawat para korban perang untuk tetap mendapatkan perawatan. Hal ini juga yang mencetuskan Lentera sebagai identitas dunia keperawatan yang dipakai hampir diseluruh dunia. < Beranda