Gambar: Emmacooper

Latihan rentang gerak atau Range of Motion (ROM) adalah tindakan melatih otot atau persendian yang diberikan kepada pasien yang mobilitas sendinya terbatas karena penyakit, disabilitas, atau trauma. ROM aktif maupun pasif dapat dilakukan kapan saja, namun tetap harus disesuaikan dengan keadaan pasien.

Pasien yang mengalami keterbatasan pergerakan karena kondisi (penyakit) yang dialami, pasien tetap harus diberikan latihan gerak. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan pergerakan dari persendian, merangsang sirkulasi darah, mencegah kelainan bentuk, dan memelihara kekuatan otot serta mempertahankan fungsi dan mencegah kemunduran otot.



Prosedur pemberian latihan gerak / ROM

  1. Identifikasi pasien minimal dengan dua identitas
  2. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
  3. Cuci tangan 6 langkah
  4. Jaga privasi pasien, gunakan tirai penutup
  5. Atur tempat tidur untuk meningkatkan kenyamanan pasien
  6. Berdiri pada posisi pasien yang akan dilatih
  7. Lakukan latihan dengan cara:
    • melakukan gerakan perlahan dan lembut
    • menyokong dengan memegang area proksimal dan distal sendi
    • mengulangi setiap gerakan 5-10 kali setiap sendi
    • menghentikan gerakan jika kesakitan atau ada tahanan
  8. Latihan pada leher:
    • Fleksi-ekstensi: tekuk leher ke depan sampai dagu menempel di dada, lalu kembali ke posisi tegak
    • Fleksi lateral: tekuk leher ke samping kanan dan kiri
    • Rotasi lateral: palingkan wajah ke kiri dan kanan
  9. Latihan pada bahu:
    • Elevasi-depresi: angkat dan turunkan bahu
    • Fleksi-ekstensi: angkat lengan dari samping tubuh ke atas, lalu kembali seperti semula
    • Abduksi-Adduksi: angkat lengan ke samping tubuh hingga sejajar bahu, lalu kembali seperti semula
    • Sirkumduksi bahu: putar lengan pada poros bahu
  10. Latihan pada siku:
    • Fleksi-ekstensi: gerakan tangan hingga jari-jari menyentuh bahu, lalu kembali ke seperti semula
    • Supinasi-pronasi: putar lengan bawah ke arah luar sehingga telapak tangan menghadap ke atas, lalu putar ke arah dalam sehingga telapak tangan menghadap ke bawah.
  11. Latihan pada pergelangan tangan:
    • Fleksi-ekstensi-hiperekstensi: tekuk telapak tangan ke bawah, luruskan, lalu tekuk ke atas
    • Fleksi radial-fleksi ulnar: tekuk telapak ke samping ke arah ibu jari dan ke arah kelingking
    • Sirkumduksi: putar tangan pada poros pergelangan tangan
  12. Latihan pada jari-jari tangan:
    • Fleksi-ekstensi: kepalkan jari dan luruskan seperti semula
    • Abduksi-adduksi: renggangkan jari-jari dan rapatkan kembali
  13. Latihan pada peviks dan lutut:
    • Fleksi-ekstensi: angkat kaki lurus lalu tekuk lutut. Gerakan lutut ke arah dada, turunkan kaki, luruskan, lalu ke posisi semula
    • Abduksi-adduksi: gerakan kaki ke samping menjauhi sumbuh tubuh lalu gerakkan ke arah sebaliknya sehingga melewati sumbu tubuh menyilang ke kaki lainnya
    • Rotasi internal-eksternal: putar kaki ke arah dalam lalu ke samping tubuh
  14. Latihan pada pergelangan kaki:
    • Dorso fleksi-plantar fleksi: dorong telapak kaki ke atas, ke posisi semula, lalu dorong ke atas
    • Eversi-inversiL putar telapak kaki keluar, lalu ke dalam
    • Sirkumduksi: putar telapak kaki pada poros pergelangan kaki
  15. Latihan pada jari-jari kaki:
    • Fleksi-ekstensi: dorong jari-jari ke arah atas dan ke bawah
    • Abduksi-adduksi: renggangkan jari-jari kaki, lalu rapatkan seperti semula
  16. Cuci tangan
  17. Dokumentasi prosedur yang telah dilakukan.

Referensi:

  • Buku pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan oleh PPNI (2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *