Klasifikasi Tingkat Ketergantungan Pasien

ilustrasi | ©Daymar College

Keperawatan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang profesional, bersifat holistik dan komprehensif yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit melalui kiat-kiat keperawatan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

Pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat dapat mempengaruhi mutu asuhan keperawatan yang diterima oleh pasien, sehingga perawat perlu memahami tingkat ketergantungan dari pasien sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang optimal.



Dorothea Orem telah mengembangkan teori Defisit Perawat Diri. Berdasarkan teorinya ini dapat diklasifikasi tingkat ketergantungan pasien yang terdiri dari 3 yakni Minimal Care, Partial Care dan Total Care.

Minimal Care

  1. Klien bisa mandiri/hampir tidak memerlukan bantuan
    1. Mampu naik-turun tempat tidur
    2. Mampu ambulasi dan berjalan sendiri
    3. Mampu makan dan minum sendiri
    4. Mampu mandi sendiri/mandi sebagian dengan bantuan
    5. Mampu membersihkan mulut (sikat gigi sendiri)
    6. Mampu berpakaian dan berdanda dengan sedikit bantuan
    7. Mampu BAB dan BAK dengan sedikit bantuan
  2. Status psikologis stabis
  3. Klien dirawat untuk prsedur diagnostik
  4. Operasi ringan

Partial Care

  1. Klien memerlukan bantuan perawat sebagian
    1. Membutuhkan bantuan 1 orang untuk naik-turun tempat tidur
    2. Membutuhkan bantuan untuk ambulasi/berjalan
    3. Membutuhkan bantuan dalam menyiapkan makanan
    4. Membutuhkan bantuan untuk makan (disuap)
    5. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut
    6. Membutuhkan bantuan untuk berpakaian dan berdandan
    7. Membutuhkan bantuan untuk BAB dan BAK (tempat tidur/kamar mandi)
  2. Pasca operasi minor (24 jam)
  3. Melewati fase akut dari pascaoperasi mayor
  4. Fase awal dari penyembuhan
  5. Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam

Total Care

  1. Klien memerlukan bantuan perawat sepenuhnya dan memerlukan waktu perawat yang lebih lama
    1. Membutuhkan 2 orang atau lebih untuk mobilisasi dari tempat tidur ke kursi roda
    2. Membutuhkan latihan pasif
    3. Kebutuhan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui terapi intravena (infus) atau NGT (sonde)
    4. Membutuhkan bantuan kebersihan mulut
    5. Membutuhkan bantuan penuh untuk berpakaian dan berdandan
    6. Dimandikan perawat
    7. Dalam keadaan inkontinensia, menggunakan kateter
  2. Klien tidak sadar
  3. Keadaan klien tidak stabil
  4. Observasi TTV setiap kurang dari 8 jam
  5. Perawatan luka bakar
  6. Perawatan kolostomi
  7. Menggunakan alat bantu pernapasan
  8. Menggunakan WSD
  9. Irigasi kandung kemih secara terus-menerus
  10. Menggunakan alat traksi
  11. Fraktur dan atau pascaoperasi tulang belakang/leher
  12. Gangguan emosional berat, bingung, dan disorientasi

Baca juga: Mengenal Konsep Teori Self Care Dari Orem

Teori self care deficit merupakan hal utam dari teori Orem. Dalam teori ini dijelaskan bahwa keperawatan diberikan jika seorang dewasa atau pada kasus ketergantungan tidak mampu atau terbatas dalam melakukan self care secara efektif. Keperawatan diberikan jika kemampuan merawat berkurang atau tidak dapat terpenuhi atau adanya ketergantungan.


Sumber: