10 Tanaman Obat Dan Cara Pengolahannya Untuk Mengatasi Hipertensi

Gambar: Belt & Road News

Gustinerz.com | Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi manusia, menakutkan sehingga dijuluki sebagai “the silent killer“. Bila tidak segera diatasi, penyakit ini dapat menimbulkan gangguan jantung, stroke, ginjal, pengaburan penglihatan, atau penyakit lain, bahkan sampai pada kematian. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus menerus berada pada 140/90 mmHg.

Dalam kuliah pakar (Pemanfaatan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Sebagai Hipertensi) oleh Dr. Neni Purwitasari dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga mengungkapkan bahwa ada beberapa tanaman yang berkhasiat yang dapat diolah menjadi obat tradisional untuk membantu mengatasi masalah hipertensi.

Tujuan pengobatan hipertensi dengan tanaman obat adalah mengobati hipertensi dengan memperbaiki penyebab sesuai filosofi tanaman oba sebagai obat konstruktif, yaitu memperbaiki/membangun organ atau sistem yang rusak yang mengakibatkan terjadinya hipertensi. Beberapa tanaman tradisional telah dibuktikan secara preklinis dan klinis dapat mengontrol tekanan darah. Mekanisme umum tanaman obat adalah efek dilatasi pada pembuluh darah, penghambat ACE (Angiotensin-cenverting enzyme), dan diuretik.



Berikut beberapa tanaman obat yang penting untuk mengatasi masalah hipertensi yang diungkapkan oleh Dr. Neni

Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)

  • Bagian Yang Digunakan : Buah.
  • Cara Pemakaian : Tiga buah dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan pagi
  • Kandungan Kimia dan Khasiat: Mengandung flavonoid, diterpen alcohol asiklik yang memiliki khasiat sebagai antihipertensi dengan mekanisme diuretika yakni mengeluarkan jumlah air dalam plasma darah dengan cara mengeluarkannya sebagai urin

Annona muricata (Sirsak)

  • Bagian yang dipakai: Daun
  • khasiat sebagai antihipertensi : menurunkan tekanan darah dengan mengurangi resistensi pembuluh darah perifer.
  • Cara pemakaian: 10 lembar daun sirsak direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit sampai tersisa 1 gelas.

Apium graviolens (Seledri)

  • Bagian yang dipakai: Daun dan tangkai
  • Khasiat: Cara kerja antihipertensi adalah sebagai penghambat enzim angiotensin converting (ACE Inhibitor).
  • Kandungan Kimia: Flavonoid: apigenin, apiin, isokuersetin
  • Efek antihipertensi: Apigenin memiliki efek sebagai vasodilator perifer yang berhubungan dengan efek hipotensi. Penelitian lain menunjukkan efek hipotensif dari herba seledri berhubungan dengan integritas saraf simpatik.
  • Interaksi dengan obat lain: Antikoagulan seperti aspirin, dalteperin, dan warfarin akan menambah efek antikoagulan terjadi resiko pendarahan. Interaksi lain dengan obat tetrasiklin dan klorpromazin meningkatkan fotosensitivitas
  • Cara Pemakaian: Cukup rebus 250 gram herba seledri segar hingga mendidih, dan konsumsi sehari sekali. Harap diperhatikan, buah seledri dilaporkan mempunyai efek terhadap siklus menstruasi dan bersifat sebagai bahan aborsi. Karena itu, tidak boleh dikonsumsi ibu hamil dan menyusui. Cara lain dengan mengkonsumsi sebagai jus. Sebanyak 100 gram seledri segar di jus ditambah madu secukupnya, diminum sehari dua kali pagi dan sore.

Nigella sativa (Jinten Hitam)

Jintan hitam atau Habbatussauda (Nigella sativa Linn.) adalah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat.

Cara pemakaian: Satu sendok teh minyak biji jintan hitam, dicampur dengan madu dan dikonsumsi secara teratur bersamaan dengan waktu sarapan, makan siang dan makan malam.

  • Khasiat sebagai anti hipertensi: Nigella sativa (NS) dan kandungan bahan aktifnya memiliki aktivitas antihipertensi dengan mekanisme menghambat kanal Ca, diuretic dan ACE inhibitor (Fang-leong, 2013)
  • Uji Klinis pada pasien hipertensi sebanyak 70 orang usia 34-63 tahun, menunjukkan bahwa konsumsi 5 mL minyak N. sativa oil menurunkan tekanan darah selama 8 minggu tanpa ada efek samping yang menugikan(husseini, 2013)