Saat bayi baru lahir, seorang tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat) wajib melakukan atau mengetahui antropometri bayi tersebut. Antropometri merupakan ukuran dari tubuh, dengan melakukan pengukuran antropometri akan didapatkan data referensi untuk menghitung dan mencatat pertumbuhan anak.

Antropometri adalah suatu metode yang digunakan untuk menilai ukuran, proporsi dan komposisi tubuh manusia. Standar antropomteri anak wajib digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatam, pengelola program, dan para pemangku kepentingan terkait unutk penilaian status gizi anak dan tren pertumbuhan anak. Manfaat mengetahui antropometri bayi atau anak adalah dapat membantu memantau perkembangan fisik anak dan tumbuh kembang anak.



Jenis-jenis antropometri dibagi menjadi:

  1. Umur: faktor umur ini sangat penting dalam penentuan status gizi. Kesalahan penentuan umur meningkatkan status gizi yang salah.
  2. Berat badan: BB adalah antropomteri terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). BB digunakan dalam mendiagnosa bayi normal atau BBLR. Normal berat badan bayi adalah 2.500-3.000 gram.
  3. Tinggi badan: antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skletal, pada keadaan normal TB tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Normal nilai tinggi/panjang bayi adalah 48-50 CM.
  4. Lingkar Lengan Atas (LILA): ini adalah cara untuk menentukan status gizi, karena mudah, murah dan cepat. Normal LILA adalah 10-12 cm.
  5. Lingkar Kepala: antropometri ini perlu diukur untuk mengetahuai keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala contohnya pada kasus hidrosefalus dan mikrosefalus. Normal lingkar kepala pada bayi adalah 33-35 CM.
  6. Lingkar dada: Biasa digunakan untuk anak usia 2-3 tahun karena pertumbuhan lingkar dada pesat sampai anak umur 3 tahun. Normal lingkar dada adalah 30-33 cm.
  7. Lingkar perut: untuk menentukan status gizi pada anak dan untuk mengetahui adanya pembesaran bagian abdomen. Normal lingkar perut adalah 31-35 cm.

Pentingnya mengetahui status antropometri pada bayi karena dapat menentukan gambaran kondisi status gizi dan status kesehatan yang optimal. Jika pertummbuhan berat badan dapat dipertahankan normal, maka panjang/tinggi badan dan lingkar kepala juga akan normal. Pertumbuhan bersifat simultan namun kecepatannya berbeda. Pada saat pertumbuhan berat badan mengalai weight faltering, saat itu juga panjang/tinggi badan dan lingkar kepala mengalami deselerasi.

Penilaian pertumbuhan anak harus dilakukan secara berkala. Banyak masalah fisik maupun psikososial yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu dapat merupakan tanda awal adanya masalah gizi dan kesehatan.


Referensi: