Beda Skala Likert, Guttman, Ratting dan Semantic Differential

ilustrasi | betterteam

Pada dasarnya penelitian merupakan proses menemukan kebenaran dari suatu permasalahan dengan menggunakan metode ilmiah. Dalam tahapan pelaksanaan penelitian ilmiah adalah pengumpulan data. Dalam proses pengumpulan data, instrumen sangat penting dalam penelitian.

Instrumen merupakan alat ukur dan akan memberikan informasi tentang apa yang kita teliti. Instrumen penelitian dibuat sesuai dengan tujuan pengukuran dan teori yang digunakan sebagai dasar. Instrumen penelitian adalah alat pengukur yang dapat dipertanggung jawabkan untuk mengukur tingkah laku dan sifat dari objek/sesuatu yang sedang diteliti.



Instrumen penelitian yang baik harus memenuhi kriteria validitas (kesahihan suatu instrumen sehingga mampu mengukur yang hendak diukur) dan reliabilitas (keandalan instrumen sehingga hasil yang diukur konsisten). Dalam instrumen penelitian terdapat skala pengukuran yang digunakan untuk menghasilkan data kuantitatif yang akurat.

4 macam skala pengukuran dalam penelitian

  1. Skala Likert: Responden diminta pendapatnya mengenai sesuatu hal. Pendapat ini dinyatakan dalam berbagai tingkat persetujuan (1-5) terhadap pernataan yang disusun oleh peneliti. Biasanya pilihan jawaban responden terdiri dari sangat tidak setuju (1), tidak setuju (2), tidak tahu (3), setuju (4), dan sangat setuju (5).
  2. Skala Guttman: terdapat 2 jawaban tegas yaitu Ya-Salah, Pernah-Tidak Pernah, dan sebagainya. Sakala guttman digunakan bila penelitian ingin memperoleh jawaban tegas terhdap rumusan masalah yang ditanyakan.
  3. Skala Ratting: Skala ratting tidak hanya mengukur sikap saja akan tetapi bisa mengukur presepsi atau penilaian responden terhdap fenomena lainnya. Pengukuran dengan skala ratting lebih lues, fleksibel dan tidak terbatas dibanding skala liker, guttman dan semantic differential. Dalam penyusunan skala ratting perlu diperhatikan adalah setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban setiap item, karena setiap responden mempunyai pendapat yang berbeda pada makna jawaban yang diberikan
    • Contoh: Seberapa bersih ruang rawat inap di RS A?
      4, bila ruang rawat inap sangat bersih
      3, bila runag rawat inap bersih
      2, bila ruang rawat inap tidak bersih
      1, bila ruang rawat inap sangat tidak bersih
  4. Semantic Differential (SD): digunakan untuk mengukur sikap. Tidak menggunakan bentuk checklist ataupun pilhan ganda pada penyusunan instrumen penelitian, tetapi disusun dalam satu garis kontinum yang jawaban “sangat positif” yang terletak disebalah kanan dan jawaban yang sangat “negatif” terletak disebalah kiri atau sebaliknya.
    • Contoh: Gaya belajar mahasiswa/peserta didik.

Referensi

  • I Komang Sukendra & I Kadek Surya Atmaja, 2020. INTRUMEN PENELITIAN (e-Book)
  • Nursalam, 2017. METODOLOGI PENELITIAN ILMU KEPERAWATAN.