ilustrasi | CHCT

Keluarga merupakan unit dasar untuk perawatan individu dari anggota keluarga dan dari unit yang lebih luas, perpektif inilah yang mendasari praktik keluarga sebagai pusat keperawatan (family-centered nursing). Keluarga adalah unit dasar dari sebuah komunitas dan masyarakat, mempersenasikan perbedaan budaya, rasial, etnik, dan sosioekonomi.

Konsep family-centered nursing menjelaskan bahwa keluarga memiliki hak dan kewenangan untuk merawat anak-anaknya. Teori family-centerd nursing diungkapkan oleh Frideman (2003) yang berpendapat bahwa family-centered nursing adalah kemampuan perawat memberikan asuhan keperawatan keluarga, sehingga memandirikan anggota keluarga agar tercapai peningkatan kesehatan seluruh anggota keluarganya dan keluarga mampu mengatasi masalah kesehatan.



Aplikasi dari teori ini adalah penerapan asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan family-centered nursing dapat dilakukan dengan pendekatan proses keperawatan berdasarkan Friedman model. Proses keperawatan keluarga dengan family-centered nursing meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi.

Mengapa keluarga menjadi sentral dalam perawatan?

  1. Keluarga sebagai sumber dalam perawatan kesehatan
  2. Masalah kesehatan individu akan berpengaruh pada anggota keluarga lainnya
  3. Keluarga menjadi tempat berlangsungnya komunikasi individu sepanjang hayat, sekaligus menjadi harapan bagi anggota keluarga
  4. Penemuan kasus-kasus penyakit diawali dari keluarga
  5. Anggota keluarga lebih mudah menerima suatu informasi, jika informasi tersebut didukung oleh anggota keluarga lainnya
  6. Keluarga merupakan support system bagi individu.

Penerapan Family-centered nursing dengan pendekatan proses keperawatan

  1. Pengkajian: tahapan dimana seorang perawat mendapat informasi secara terus-menerus terhadap keluarga yang menjadi klienya
  2. Diagnosis keperawatan: data yang telah didapatkan sebelumnya dilakukan analisis, sehingga dapat dirumuskan diagnosis keperawatan keluarga bisa berupa diagnosis aktual, risiko, dan potensial.
  3. Perencanaan: Penetapan tujuan dan rencana tindakan keperawatan dilakukan bersama-sama dengan keluarga, karena keluarga bertanggung jawab dalam mengatur kehidupannya, dan tugas perawat membantu menyediakan informasi yang relevan untuk memudahkan keluarga dalam mengambil keputusan.
  4. Implementasi: Perawat dapat menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat, memberi kemampuan dan kepercayaan diri kepada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit, serta perawat dapat membantu keluarga dalam membuat lingkungan menjadi sehat, dan memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.
  5. Evaluasi: evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat kognitif, afektif dan psikomotor keluarga. Evaluasi perlu dilakukan pada setiap tindakan yang telah diberikan sebelumnya, sehingga dapat ditentukan apakah tindakan tersebut perlu dilakukan lagi atau tidak atau dapat ditambahkan tindakan lain.

Baca juga: 


Referensi:

  • Vitria Erlinda, 2015. Penerapan Model Family-Centered Nursing….. (klik disini)
  • Nursalam, 2017. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Edisi 4.