Gambar: American College of Cardiology

Gustinerz.com | Mati adalah suatu proses yang berangsur-angsur. Tiap sel dalam tubuh manusia mempunyai daya tahan yang berbeda-beda terhadap tidak adanya oksigen dan oleh karenanya mempunyai saat kematian yang berbeda pula.

Kematian sebenarnya bukanlah suatu titik waktu, tapi merupakan suatu tahapan waktu, yang dimulai dari kematian klinis, kemudian kematian batang otak, kematian biologis hingga akhirnya kematian seluler.



Jenis-jenis kematian

Dalam tanatologi (ilmu kedokteran yang mempelajari kematian) dikenal istilah tentang mati yakni:

  • Mati klinis: terjadi akibat terhentinya fungsi ketiga sistem penunjang kehidupan yakni pada pernafasan dan kardiovaskuler
  • Mati batang otak: terjadi kerusakan seluruh isi neuronal intra-kranial yang irreversibel, termasuk batang otak dan serebelum. Jika diketahui manuai telah mati batang otak maka seseorang dinyatakan tidak dapat hidup lagi, sehingga alat bantu dapat dihentikan.
  • Mati suri (semu): Dengan peralatan kedokteran yang canggih masih dapat dibuktikan ketiga sistem (saraf, kardiovaskuler, dan pernapasan) masih berfungsi. Mati suri sering ditemukan pada kasus keracunan obat tidur, tersengat aliran listrik, dan tenggelam
  • Mati seluler (molekuler): kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian klinis
  • Mati serebral: kerusakan keua hemisfer otak yang ireversibel kecuali batang otak dan serebelum, sedangkan kedua sitem lainnya yaitu sistem pernapasan dan kardivaskuler masih berfungsi dengan bantuan alat.

Proses/tahapan kematian

  • Dalam tubuh manusia ada tiga organ tubuh yang penting yang selalui dilihat dalam menentukan kematian seseorang yakni jantung, paru-paru dan otak (khususnya batang otak)
  • Kematian klinis dimana berhenti berfungsi kardiovaskuler dan pernafasan, kemudian diikuti oleh kematian batang otak, kecuali apabila dilakukan resusitasi dan berhasil.
  • Otak tidak bisa hidup lagi dalam waktu 6-10 menit tanpa oksigen. Kematian otak juga bertahap, dimulai dari korteks serebri, kemudian disusul serebelum (otak kecil) dan diakhiri oleh kematian batang otak.
  • Ketika semua bagian otak berhenti bekerja maka terjadilah kematian biologis, suatu kematian yang permanen, selanjutnya diikuti oleh kematian seluler disetiap jaringan.

Perlu diingat / menjadi perhatian buat dokter/perawat

Kapankah seseorang dinyatakan mati?, apa kriterianya dan bagaimana prosedur penentuannya?. Ketika pasien belum dinyatakan mati (mati biologis), maka perlu dilakukan tindakan seseuai kewenangan medis oleh dokter/perawat, jika tidak dilakukan maka dianggap tenaga kesehatan (dokter/perawat) dianggap PEMBUNUH.

Sebaliknya, jika pasien sudah dinyatakan mati, tetapi masih dilakukan pemberian terapi maka tenaga kesehatan (dokter/perawat) melanggar etika profesi


Sumber:

  • HIPERCCI Pusat (2018). Modul Pelatihan Keperawatan Intensif Dasar. iNMEDIA.
  • Senduk, E, A., Mallo, F, J., Tomuka, D, C., Tinjauan Medikolegal Perkiraan Saat Kematian. FK UNSRAT.